Tangis Penjual Air Isi Ulang saat Tahu Anaknya Raih Medali Emas di Asian Games

Kompas.com - 29/08/2018, 20:10 WIB
Atlet pencak silat asal Ponorogo yang meraih medali emas Asian Games, Aji Bangkit Pamungkas (dua dari kanan) bersama ayahnya, Agus (dua dari kiri) dan dua kakaknya usai bertanding melawan pesilat asal Singapura. KOMPAS.com/Dokumentasi BangkitAtlet pencak silat asal Ponorogo yang meraih medali emas Asian Games, Aji Bangkit Pamungkas (dua dari kanan) bersama ayahnya, Agus (dua dari kiri) dan dua kakaknya usai bertanding melawan pesilat asal Singapura.

PONOROGO, KOMPAS.com - Pasangan Agus Widodo dan Anis Nurul Laili tak menyangka anak bungsunya, Aji Bangkit Pamungkas dapat menyumbangkan emas dari cabang Pencak Silat Tarung Putra Kelas 85-90 KG di Asian Games 2018 untuk Indonesia.

Sebab, Bangkit baru pertama kali turun mengikuti ajang pertandingan pencak silat sekelas Asian Games.

"Kami nggak menyangka sekali bisa anak kami mendapatkan prestasi di Asian Games," kata Agus, ayah kandung Aji Bangkit Pamungkas yang dihubungi Kompas.com, Selasa (28/8/2018).

Saat dihubungi Agus masih berada di Jakarta. Agus tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya. Mantan kondektur bus ini berkali-kali terdengar menangis tersedu saat ditanya perasaannya setelah melihat langsung sang anak dapat menyumbangkan emas ke-16 bagi Indonesia di arena Asian Games 2018.

Agus yang kini kesehariannya berjualan air isi ulang galon bersyukur atas prestasi yang diraih putranya, Bangkit. Apalagi saat menyabet juara, Agus bersama dua kakak Bangkit menyaksikan langsung di Jakarta.

"Kulo (saya) bangga dan bersyukur sekali. Tetapi bangga seperti apa tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata," kata Agus.

Baca juga: Atlet Pencak Silat Asal Garut Panen Medali Emas, Ini Hadiah dari Warga

Saat hendak menyaksikan adu tarung antara Bangkit dengan Sheik Ferdous Sheik Alauddin (pesilat asal Singapura) di final, jantung Agus terus berdebar-debar. Tapi ia terus berdoa agar anak keempatnya itu lancar dan sukses meraih juara.

"Sebelum Bangkit bertanding perasaan saya sudah nggak karu-karuan, dan jantung berdebar kencang. Tapi saya terus berdoa dan zikir," kata Agus.

Perasaannya baru mulai lega setelah Bangkit mendapatkan poin dan unggul. Kontan ia berteriak dan memberikan semangat bagi anaknya hingga akhirnya meraih juara.

Puncaknya, saat momen pengalungan medali emas, Agus tak kuasa menahan air mata. Ia menangis saat melihat anaknya berada di atas podium menerima hadiah diikuti dengan pengibaran bendera merah putih yang diiringi lagu Indonesia Raya.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Regional
Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Regional
Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Regional
'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

"Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X