Pelapor Neno Warisman Cabut Laporan di Polda Riau dan Minta Maaf

Kompas.com - 24/08/2018, 16:29 WIB
Presidium GMMP Neno Warisman saat meninjau TPS 027, tempat Megawati Soekarnoputri memilih di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). Fabian Januarius KuwadoPresidium GMMP Neno Warisman saat meninjau TPS 027, tempat Megawati Soekarnoputri memilih di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Desmaniar (60), warga Pekanbaru, Riau, yang melaporkan Neno Warisman dengan tudingan makar aksi #2019GantiPresiden, akhirnya mencabut laporannya di Polda Riau, Jumat (24/8/2018). Hal itu ia lakukan karena ingin fokus beribadah.

"Saya tidak menyangka bahwa laporan saya (terhadap Neno Warisman) memicu perdebatan. Sehingga ibadah saya jadi terganggu. Saya tidak ingin seperti itu," kata Desmaniar kepada wartawan.

Pengacara ini juga menyatakan, alasan pencabutan laporan karena tidak ingin ada perdebatan yang terjadi.

Desmaniar mencabut laporan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau didampingi Imam Masjil Al Makmur Jalan Kuantan, Ustaz Ikhwan.

"Saya juga sudah berkonsultasi dengan Ustaz Ikhwan. Beliau menyarankan agar laporan tersebut sebaiknya dicabut. Saya harus dengarkan nasihat beliau yang menjadi imam saya," kata politisi NasDem itu.

Baca juga: Dituding Makar, Neno Warisman Dilaporkan ke Polda Riau

Setelah mencabut laporan, Desmaniar langsung menyampaikan permintaan maaf. Karena laporan tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

"Saya minta maaf kepada Neno Warisman, Polda Riau dan masyarakat Riau," ucap Desmaniar.

Dia mengaku laporan itu dicabut bukan karena berubah sikap mendukung deklarasi #2019GantiPresiden, melainkan hanya untuk ketenangan beribadah.

Untuk diketahui, deklarasi #2019GantiPresiden akan digelar di Tugu Pahlawan, Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (26/8/2018). Namun menurut informasi yang diterima Kompas.com, deklarasi tersebut diundur menjadi tanggal 2 September 2018 mendatang.

Sebelumnya, Desmaniar warga Jalan Kuantan II, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru melaporkan Neno Warisman ke Polda Riau dengan tudingan percobaan makar, Kamis (16/8/2018) lalu.

"Yang kita laporkan Pasal 107 ayat 1 KUHPidana Jo Pasal 53 KUHPidana dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah. Itu percobaan makar. Terlapornya Ibu Neno Warisman," ucap Desmaniar kala itu.

"Kenapa saya melapor? Legal standing saya sebagai pelapor, saya sebagai seorang muslimah. Dasar hukum saya adalah Al Quran surah Ali Imran ayat 103 dan ayat 110 serta surah At-taubah ayat 71," sambung Desmaniar yang juga seorang pengacara.

Baca juga: Cerita Neno Warisman Saat Dihadang di Bandara Hang Nadim, Batam

Dia mengaku melaporkan Neno Warisman ke polisi, karena ingin menegakkan nahi munkar.

Sementara bukti yang ia lihatkan adalah pemberitaan mengenai keberadaan Neno melakukan deklarasi #2019GantiPresiden di Batam beberapa waktu lalu.

Menurutnya, gerakan tersebut dianggap sudah massif dan dapat mengancam kesatuan NKRI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X