Butuh Biaya Pernikahan, Pemuda di Jombang Tega Habisi Nyawa Temannya

Kompas.com - 23/08/2018, 19:18 WIB
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi (kiri), bersama pelaku pembunuhan (kanan).Kompas.com/Moh. Syafii Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi (kiri), bersama pelaku pembunuhan (kanan).

JOMBANG, KOMPAS.com - Rencana MS (23), pemuda asal Jombang untuk menikahi gadis pujaannya berantakan.

Pemuda lulusan Sekolah Dasar (SD) itu justru harus menginap di tahanan Mapolres Jombang, Jawa Timur dan terancam penjara seumur hidup.

Hal itu terjadi akibat ulahnya menghabisi nyawa Junaidi (19), warga Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, pada Minggu (19/8/2018) lalu. Junaidi, tak lain adalah teman karib MS.

Pertemanan antara Junaidi dan MS sudah terjalin sejak beberapa tahun lalu. MS, adalah pemuda asal Dusun Ngentak, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.


Baca juga: Kasus Pemilik Mercy Tabrak Pemotor hingga Tewas, Polisi Periksa 9 Saksi

Pada Senin (20/8/2018) lalu, dia bersama calon istrinya seharusnya menjalani proses Rapak, istilah pembekalan pra nikah di KUA Jogoroto.

Namun, sehari menjelang hajatannya yang sudah terjadwal tersebut, dia nekat menghabisi nyawa temannya sendiri.

Aksi pembunuhan itu dilakukan MS pada Minggu (19/8/2018) pagi, di area pemakaman Punden Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto. Jenazah korban ditemukan warga sekitar pukul 10.00 WIB.

Beberapa jam kemudian, tepatnya Minggu malam, jajaran Kepolisian Resort Jombang meringkus pelaku pembunuhan Junaidi, yakni MS. Dia diringkus di kediaman calon istrinya.

Berdasarkan pemeriksaan, polisi menemukan dua motif sehingga MS tega menghabisi nyawa temannya tersebut.

Baca juga: Cerita Warga Saat Mengejar Pemilik Mercy yang Tabrak Pemotor hingga Tewas

 

"Motif pertama, sakit hati karena korban pernah SMS tersangka dengan kalimat yang tidak mengenakkan," ungkap Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi, Kamis (23/8/2018).

Selain karena sakit hati, tersangka juga memiliki tujuan lain. Pemuda kelahiran 5 Juni 1995 itu sedang membutuhkan biaya untuk kegiatan pra nikah di KUA yang dijadwalkan Senin (20/8/2018).

"Tersangka saat itu juga butuh biaya untuk rapak (kegiatan pra nikah di KUA). Karena bingung mencari biaya, tersangka merencanakan aksi (pembunuhan) ini," beber AKP Gatot.

AKP Gatot Setyo Budi mengungkapkan, pembunuhan terhadap Junaidi, direncanakan MS sejak Jum'at malam.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Regional
Begal Masuk Kampus Unand, 'Kalau Kau Teriak, Mati Kau'

Begal Masuk Kampus Unand, "Kalau Kau Teriak, Mati Kau"

Regional
PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

Regional
Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Regional
Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Regional
Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Regional
Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Regional
PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

Regional
6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Regional
Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Regional
Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Regional
Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Regional
Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Regional
Close Ads X