Perjuangan Srikandi Lakardowo Gugat Perusahaan yang Cemari Lingkungan

Kompas.com - 21/08/2018, 13:27 WIB
Ratusan perempuan Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Mojokerto, melakukan istighosah saat menunggu sidang lanjutan dengan Pemkab Mojokerto dan PT PRIA sebagai tergugat di PTUN Surabaya, Selasa (21/8/2018). KOMPAS.com/GHINAN SALMANRatusan perempuan Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Mojokerto, melakukan istighosah saat menunggu sidang lanjutan dengan Pemkab Mojokerto dan PT PRIA sebagai tergugat di PTUN Surabaya, Selasa (21/8/2018).

SURABAYA, KOMPAS.com - Upaya perempuan Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Mojokerto, dalam menuntut pernaikan lingkungan yang rusak di daerahnya terus dilakukan.

Sedikitnya, 125 perempuan Lakardowo mandiri melakukan istigasah di gedung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya di Jalan Raya Juanda Nomor 89, Sidoarjo, Selasa (21/8/2018).

Mereka duduk teratur menunggu sidang lanjutan gugatan perempuan Lakardowo melawan Bupati Mojokerto dan tergugat, yakni PT PRIA, sebagai perusahaan pengelola dan pemanfaat limbah B3.

Jumiatin (42), warga Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo, yang hadir ke PTUN Surabaya, menilai, PT PRIA ikut terlibat dalam pencemaran di Desa Lakardowo.

"Kami menggugat perizinan PT PRIA yang tidak sesuai dengan kegiatan operasi yang dilakukan," ungkap Jumiatin.

Baca juga: Ganjar Jelaskan Pabrik Semen di Pati, Sudirman Soroti Isu Kekeringan

Selama ini, Jumiatin mengaku melihat bagaimana aktivitas penimbunan limbah B3 yang dilakukan oleh PT PRIA selama proses produksinya.

Eva (31), warga Sambigempol yang memiliki lahan berdekatan dengan PT PRIA merasa dirugikan, karena lahannya ikut terdampak.

"Setahun terakhir, hasil panen lombok di tegalan saya makin menurun dan asap pabrik (PT PRIA) bikin daun tanaman lombok saya jadi hitam," kata Eva.

"Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang malah keluarkan izin PT PRIA, padahal pabrik ini penuh dengan masalah dan membawa petaka lingkungan," timpal Lilik (29), warga Sumberwuluh saat ditemui di ruang sidang PTUN Surabaya.

Warga Desa Lakardowo ini berharap agar izin PT PRIA segera dicabut dan perusahaan tersebut bertanggung jawab atas pemulihan kerusakan lingkungan yang terjadi di Desa Lakardowo, Mojokerto.

Baca juga: Tuntut Hak Lingkungan, 10 Perempuan Duduki Kantor Gubernur Jatim

Sebelumnya, perempuan Lakardowo juga melakukan aksi duduk di kantor Gubernur Jawa Timur pada Jumat (10/8/2018). Mereka meminta keberpihakan Pemprov Jatim terhadap lingkungan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X