Ganjar Jelaskan Pabrik Semen di Pati, Sudirman Soroti Isu Kekeringan

Kompas.com - 21/06/2018, 21:29 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu Ganjar Pranowo (kiri)-Taj Yasin (kedua kiri) dan pasangan nomor urut dua Sudirman Said (kedua kanan)-Ida Fauzia (kanan) mengikuti Debat Terbuka Pilkada Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4). Debat tersebut mengangkat tema peningkatan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana PutraPasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu Ganjar Pranowo (kiri)-Taj Yasin (kedua kiri) dan pasangan nomor urut dua Sudirman Said (kedua kanan)-Ida Fauzia (kanan) mengikuti Debat Terbuka Pilkada Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4). Debat tersebut mengangkat tema peningkatan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan.

SEMARANG, KOMPAS.com – Dua pasangan calon gubernur Jawa Tengah diminta menjawab soal studi kasus terkait rencana penambangan pabrik semen di pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.

Ganjar Pranowo ataupun Sudirman Said pun mempunyai jawaban yang berbeda.

Ganjar Pranowo menilai, studi kasus yang ditampilkan berkaitan dengan rencana pabrik semen. Ia minta masyarakat tidak salah memahami informasi soal pabrik semen.

“Saya kira ada misinformasi kalau dikaitkan dengan penambangan dan itu mungkin video diarahkan pabrik semen di Pati. Sampai saat ini tidak ada pabrik semen yang berdiri,” ujar Ganjar, Kamis (21/6/2018).

Baca juga: Debat Dimulai, Sudirman Said Serang Kinerja 5 Tahun Ganjar Pranowo

Soal pabrik semen di Pati, Ganjar menilai, upaya warga tepat karena dilaksanakan melalui jalur hukum.

Bahkan gugatan warga sempat dimenangkan pengadilan, meski di tingkat Mahkamah Agung, gugatan kandas.

“Sampai hari ini, sampai waktu eksekusi pabrik itu tidak dilakukan. Saya lihat kalau gambar itu ditakutkan itu tidak terjadi. Kebutuhan air petani, itu embung dan sumur dalam. Itu sudah coba dilakukan ESDM. Jadi, jangan sampai keliru dimaknai,” tambahnya.

Sementara itu, Sudirman Said menilai video yang diunggah tidak hanya terjadi di Pati.

Di wilayah sepanjang pantai utara banyak pesantren yang kesulitan sumber air. Dia pun usul agar ada revisi pada tata ruang untuk mengatasi hal itu.

“Di Blora lahan yang dulunya ditanam 1 kali, tapi dipompa kini jadi tanam 3 kali. Teknologi harus masuk mengajak agar pembangunan Jateng bukan urusan APBD tapi urusan semua masyarakat,” ujar Dirman.

Baca juga: Debat Publik, Pendukung Ganjar-Taj Yasin Kenakan Kaus Timnas Indonesia

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Positif Covid-19, Ratusan Pegawai Pemkab Nunukan Jalani 'Rapid Test'

ASN Positif Covid-19, Ratusan Pegawai Pemkab Nunukan Jalani "Rapid Test"

Regional
Cerita Anggota TNI Sembuh dari Covid-19: Cemas dan Was-was Begitu Tahu Terpapar...

Cerita Anggota TNI Sembuh dari Covid-19: Cemas dan Was-was Begitu Tahu Terpapar...

Regional
Waspada, 5 Titik Jalur Kereta Api di Daop 5 Rawan Bencana

Waspada, 5 Titik Jalur Kereta Api di Daop 5 Rawan Bencana

Regional
Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

Regional
Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Regional
Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Regional
Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Regional
Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Regional
Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Regional
Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Regional
Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Regional
Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Regional
Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X