5 Fakta Kebakaran Lahan di Kalbar, dari Pasokan Air Kurang hingga Kualitas Udara Memburuk

Kompas.com - 21/08/2018, 08:21 WIB
Sebaran titik panas yang terpantau dari Satelit Modis, Kamis (16/8/2018)Dok. BNPB Sebaran titik panas yang terpantau dari Satelit Modis, Kamis (16/8/2018)

KOMPAS.com - Kebakaran lahan gambut di Jalan Purnama II, Pontianak, semakin parah. Petugas pemadam kebakaran kekurangan pasokan air dan api belum dapat dijinakkan.

Sementara itu, 357 titik api masih terpantau satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Titik api tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar).

Berikut sejumlah fakta terkait bencana kebakaran lahan di Kalbar.

1. Pemadaman terkendala pasokan air

Kobaran api yang membakar lahan gambut yang berdekatan dengan pemukiman penduduk di Jalan Purnama II, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (20/8/2018) malam. KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Kobaran api yang membakar lahan gambut yang berdekatan dengan pemukiman penduduk di Jalan Purnama II, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (20/8/2018) malam.

Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut yang terjadi di Jalan Purnama II, Pontianak terkendala pasokan sumber air. Hingga Senin (20/8/2018) malam, api terus membesar dan merembet ke pemukiman penduduk.

Dari pantauan Kompas.com di lokasi, petugas pemadam meninggalkan lokasi kebakaran sekitar pukul 22:00 Wib karena tak ada air lagi.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Wawan Kristianto mengatakan, lokasi yang terbakar saat ini merupakan salah satu titik api yang berada dalam wilayah hukum Polresta.

"Perumahan Purnama Elok ini sudah terjadi dari kemarin sampai tadi malam, tadi pagi dapat laporan nyala lagi dan kita kesini," ujar Wawan, Senin (20/8/2018).

Tembok tinggi yang mengelilingi perumahan Elok di Jalan Purnama cukup untuk menahan api. Sementara itu, lokasi di sekitar perumahan tersebut merupakan semak dan gambut yang cukup tebal dan langganan kebakaran lahan.

Baca Juga: Kabut Asap Kian Parah, Sekolah di Pontianak Diliburkan

2. Kualitas udara di Kalbar buruk

Suasana di Bandara Internasional Supadio Pontianak akibat kabut asap (20/8/2018)Foto : Roni Suasana di Bandara Internasional Supadio Pontianak akibat kabut asap (20/8/2018)

Berdasarkan pembaruan pemantauan titik panas (hotspot) dari satelit pengolahan data Lapan pada tanggal 20 Agustus 2018 mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB yang dirilis BMKG terpantau sebanyak 357 hotspot masih berada di wilayah Kalbar.


Page:

Terkini Lainnya


Close Ads X