Muhammadiyah Minta Pemilu 2019 Tidak Memicu Perpecahan - Kompas.com

Muhammadiyah Minta Pemilu 2019 Tidak Memicu Perpecahan

Kompas.com - 12/08/2018, 19:27 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir usai diterima Presiden Jokowi di Istana bersama 177 mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/8/2018) siang.KOMPAS.com/Ihsanuddin Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir usai diterima Presiden Jokowi di Istana bersama 177 mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/8/2018) siang.

MALANG, KOMPAS.com — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta agar momen Pemilu 2019 tidak memicu perpecahan.

Haedar mengatakan, semua komponen bangsa harus menyadari bahwa perbedaan pandangan politik dalam memilih pemimpin adalah hal biasa.

Karenanya, ia meminta supaya tidak ada anggapan yang berlebihan atas perbedaan pandangan itu, apalagi yang menyangkut suku, agama, dan ras.

"Kami berharap seluruh komponen bangsa, pilihan politik boleh berbeda, tidak perlu cari yustifikasi yang berlebihan. Entah pada agama, pada etnik, pada SARA, maupun pada argumen-argumen lain," katanya usai menyampaikan pidato kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kota Malang, Minggu (12/8/2018).

"Lakukan pilihan politik secara normal. Karena itu politik yang sifatnya reguler," katanya.

Menurutnya, Pemilu 2019 yang akan datang adalah hal biasa. Sebagai negara demokrasi, pemilu menjadi hal yang rutin dilaksanakan.

"Lima tahunan warga kita ini memilih kan. Karena itu biasakan saja memilih itu. Sebagai pilihan praktis tapi dengan jiwa cerdas dan kebersamaan," katanya.

Baca juga: Muhammadiyah: Kalau Ormas Berpolitik kayak Parpol, Sistem Politik Bisa Kacau

Oleh karenanya, Haedar meminta supaya tidak ada perpecahan hanya karena berbeda pilihan politik.

Haedar juga meminta tidak ada yustifikasi yang berlebihan terhadap calon tertentu. Sebab, menurutnya, setiap calon yang bersaing memiliki niatan yang baik untuk membangun bangsa.

"Jangan gara-gara politik yang berbeda kita pecah sebagai bangsa. Dan to be or not to be. Seakan satu pasangan satu calon, satu caleg itu menjadi pembawa misi langit dan lain sebagainya. Sementara yang lain dianggap sebagai misi yang lain. Bagi kami bahwa kami percaya bahwa semua calon itu punya iktikad baik dan warga bangsa juga harus beriktikad baik," paparnya.

Baca juga: Susun Nawacita II, Parpol Koalisi Pendukung Jokowi Pertimbangkan Masukan Muhammadiyah

Kompas TV Usulan itu disampaikan saat Jokowi menerima 177 mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Istana Negara Senin (6/8) siang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X