TGB: Saya Baru Hubungi Pak Jokowi, Beliau Sangat Berduka untuk NTB...

Kompas.com - 06/08/2018, 14:04 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kanan) mengunjungi pengungsian korban gempa bumi di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7/2018). Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan untuk perbaikan Rp 50 juta per rumah korban gempa yang mengalami kerusakan. ANTARA FOTO/Ahmad SubaidiPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kanan) mengunjungi pengungsian korban gempa bumi di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7/2018). Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan untuk perbaikan Rp 50 juta per rumah korban gempa yang mengalami kerusakan.

LOMBOK, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Muhammad Zainul Majdi mengaku masih terus mengumpulkan informasi, khususnya terkait keadaan di Lombok Utara, pasca-gempa bermagnitudo 7 yang mengguncang Pulau Lombok, Minggu (5/8/2018).

TGB mengatakan, pemprov bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan kabupaten serta kota terdampak gempa lainnya, juga pemerintah pusat, untuk menangani dampak musibah ini.

"Saya baru menghubungi Bapak Presiden Joko Widodo. Beliau sangat berduka mendalam dan doa beliau terus menerus bersama masyarakat NTB. Semoga Allah SWT Maha Pemberi Perlindungan. Atas nama masyarakat NTB, kami memohon doa agar diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini," tuturnya, Senin.

Baca juga: Dinyatakan Hilang sejak 2003, Hasni Ditemukan Selamat di Celah Bebatuan

Sementara itu, lanjut dia, semua perangkat BPBD Pemda bersama TNI dan Polri, Badan SAR dan elemen masyarakat mulai bekerja menjangkau daerah yang diperkirakan paling terdampak, yaitu Lombok Utara dan Lombok Timur.

Dia lalu mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan menggunakan sumber informasi terpercaya resmi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, kepolisian dan pihak berwenang lainnya.

"Mari kita berdoa agar tidak terjadi gempa susulan. Kami sudah berkordinasi dengan semua pihak terkait, baik itu di pusat maupun instansi lainnya terkait musibah gempa yang malam ini menimpa NTB, terutama NTB wilayah utara dan timur," ungkapnya.

Baca juga: Lagi Makan Malam, Para Menteri Berhamburan Saat Gempa Guncang Lombok

Pemprov NTB sendiri telah mengeluarkan perpanjangan penetapan status keadaan tanggap darurat sampai dengan 11 Agustus 2018 pasca-gempa 29 Juli lalu.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X