Kabar Beasiswa Mahasiswi IPB Dicabut karena Pindah Agama, Pemkab Simalungun Setor Uang Kuliah

Kompas.com - 03/08/2018, 22:30 WIB
Ilustrasi Kuliah Dok. JobplanetIlustrasi Kuliah

SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun akhirnya sudah membayarkan tunggakan biaya perkuliahan ART ke Institut Pertanian Bogor ( IPB) pada Kamis (2/8/2018).

Kepala Dinas Informatika dan Komunikasi Simalungun Akmal Siregar pada Jumat (3/8/2018) sore mengatakan, pasca-pihak Pemkab Simalungun melalui Dinas Pendidikan mengirimkan surat kepada Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara pada 2 Agustus 2018, sudah melakukan pembayaran tunggakan uang kuliah ART.

Isi surat berkait proses pengaktifan status ART di Fakultas Kehutanan IPB.

"Pemda pasca-surat yang kami kirimkan, sudah melakukan pembayaran tunggakan uang kuliah kepada kampus IPB untuk kelanjutan mahasiswa yang bersangkutan dapat melanjutkan studi," terang Akmal.

Baca juga: Klarifikasi Kabar Mahasiswi IPB Dicabut Beasiswanya karena Pindah Agama

Pembayaran yang dilakukan sebesar Rp 55 juta yang ditransfer langsung ke rekening Rektor IPB cq Kerja Sama BUD melalui BNI Cabang Bogor untuk tujuan biaya kuliah ART mahasiswa angkatan 2015.

Pada kesempatan ini, Akmal juga meluruskan soal besaran biaya yang diterima ART per semester, di mana sebelumnya disebut Rp 20 juta. Di mana yang benar, ART menerima uang kuliah Rp 11 juta dan bantuan biaya hidup Rp 1 juta per bulan, sehingga total dia menerima Rp 17 juta per semester.

Data yang disampaikan Akmal, sesuai surat IPB berisi surat keterangan rincian biaya pendidikan Arnita yang ditandatangani Direktur Pendapatan dan Akutansi melalui Kepala Seksi Pendapatan Pendapatan IPB Sofyan Sauri menyebut tagihan biaya SPP ART selama 6 semester sebesar Rp 66 juta, dimana per semester sebesar Rp 11 juta.

"Karena biaya SPP baru dibayar semester pertama, maka Pemerintah Kabupaten Simalungun menyetor Rp 55 juta, disetor melalui Bank Mandiri," tukas Akmal.

Baca juga: Kronologi Tenggelamnya Kapal Peneliti IPB yang Sebabkan 2 Orang Tewas

Sebelumnya, kasus ART ini mencuat ke publik lantaran pemutusan bantuan biaya pendidikan Arnita yang merupakan mahasiswi IPB jurusan Kehutanan melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Kabupaten Simalungun angkatan 2015.

Pemutusan bantuan dikaitkan dengan perpindahan agama ART, sebagaimana disampaikan ibu ART ke Ombudsman RI.

Terakhir, Pemerintah Kabupaten Simalungun meluruskan, pemutusan itu semata karena faktor administrasi dan bukan karena SARA atau agama. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh Suaminya dengan Pisau Dapur di Kalteng, Terjadi Saat Pamit Kerja

Pengakuan Istri yang Bunuh Suaminya dengan Pisau Dapur di Kalteng, Terjadi Saat Pamit Kerja

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Regional
Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Regional
Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Regional
Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Regional
Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Regional
Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Regional
Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Regional
Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Regional
Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Regional
Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Regional
Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X