Kemah Peringatan Hari Pramuka, Pelajar SMP Tewas Saat Mandi di Waduk

Kompas.com - 03/08/2018, 14:38 WIB
Korban M Alfad (14) pelajar SMP yang tewas tenggelam di waduk, ketika mengikuti acara perkemahan dalam peringatan HUT Pramuka di Kabupaten Pali, Sumatera Selatan. ISTIMEWAKorban M Alfad (14) pelajar SMP yang tewas tenggelam di waduk, ketika mengikuti acara perkemahan dalam peringatan HUT Pramuka di Kabupaten Pali, Sumatera Selatan.

PALI, KOMPAS.com -  Peringatan hari Pramuka ke-57 yang digelar Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan memakan korban jiwa.

Salah satu peserta yang mengikuti perkemahan ditemukan tewas tenggelam di waduk tak jauh dari lokasi acara tersebut.

Kejadian berlangsung pada Kamis (2/8/2018) sore, di halaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Talang Ubi, Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Pali.

Awalnya, korban bernama M Alfat (14), pelajar SMP Negeri 1 Talang Ubi Pali, bermaksud mandi di aliran waduk bersama rekannya yang lain.

Baca juga: Pesan WA Terakhir Sopir Taksi Online: Ini TKP-nya, Gw Kejebak Bro...

Namun, lokasi tempat para pelajar SMP mandi tersebut diketahui di luar dari tempat yang sebelumnya telah ditentukan pihak panitia penyelenggara.

Panitia penyelenggara, Marzuki mengaku baru mengetahui korban tenggelam setelah korban berteriak meminta tolong.

Mendengar jeritan korban, salah seorang panitia langsung mencoba melakukan penyelamatan dengan melompat ke dalam sungai.

“Langsung kami bawa ke UGD rumah sakit setempat, tapi korban meninggal di jalan. Korban ini, mandi di sungai, di luar jangkauan yang telah ditentukan bersama rekannya yang lain,” kata Marzuki, Jumat (3/8/2018).

Marzuki menjelaskan, para peserta sebetulnya telah berulang kali diperingatkan untuk mematuhi aturan dalam acara itu.

Baca juga: 10 Hektar Padang Rumput di Gililawa Darat Pulau Komodo Terbakar

 

Sebab beberapa spot untuk kebutuhan mandi dan mencuci piring telah ditentukan pihak panitia.

“Tapi tetap saja ada yang bandel dan terjadi seperti ini. Acara perkemahan tetap dilanjutkan, korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Ini pelajaran bagi kami untuk ekstra berhati-hati mengawasi para peserta,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Willian Harbensyah membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Untuk dugaan apakah ada kelalaian dari pihak sekolah atau panitia, kita masih lakukan penyelidikan. Korban tewas karena hanyut,” tutur Willian.

Kompas TV Seorang juru mudi perahu getek di Palembang tewas tenggelam usai perahu yang dikemudikannya ditabrak oleh sebuah kapal ponton.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X