Pusing dengan Utang Rp 1,5 Miliar, Kontraktor Tembak Kaki Sendiri dan Pura-pura Dirampok

Kompas.com - 02/08/2018, 09:09 WIB
Ilustrasi penembakan ShutterstockIlustrasi penembakan

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Aksi Arief Faisal (45) yang mengaku menjadi korban perampokan dengan luka tembak di kaki di Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, akhirnya terbongkar.

Arief akhirnya diketahui telah menembak kakinya sendiri dengan menggunakan senjata api lalu pura-pura dirampok demi menghindari utang sebesar Rp 1,5 miliar.

Baca juga: Ditemukan Nyaris Tenggelam, Ibu Lurah Ini Selamat Setelah Pura-pura Mati

Rekayasa perampokan yang dilakukan Arief tercium oleh petugas yang menemukan sejumlah kejanggalan saat meminta keterangan dari tersangka.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutahuruk mengatakan, Arief sebelumnya membuat laporan bahwa dia telah dirampok usai mengambil uang ke arah Jalan Lingkar.

Dari hasil penyelidikan, petugas banyak menemukan kejanggalan dari lokasi yang disebutkan oleh tersangka.

“Modusnya, pelaku mengambil uang sebesar Rp 501 juta, lalu uang itu disetor ke Bank Sumsel Rp 200 juta. Kemudian pada pukul 12.00 WIB pelaku mengambil lagi uang yang disetornya tadi di Bank Sumsel lain sebesar Rp 150 juta. Jadi seolah-olah pelaku telah mengambil uang Rp 700 juta untuk dibayarkan ke salah satu orang tempatnya berutang. Tapi dia mengaku dirampok agar tidak membayar utang,” kata Tito saat gelar perkara, Rabu (1/8/2018).

Baca juga: Diguyur Hujan, LRT Palembang Mogok

Tito menjelaskan, setelah menarik uang, pelaku kemudian pergi menuju ke arah Jalan Lingkar. Di sana pelaku menembak paha sebelah kirinya sendiri dan melaporkan kepada pihak kepolisian seolah-olah menjadi korban perampokan.

"Dari rangkaian cerita tersebut, saat dilidik timbul berapa kejanggalan-kejangalan yang dilakukan Arief dan benar saja, ternyata Arief tidaklah dirampok,” ujar Tito.

Sementara itu, Arief mengaku membuat skenario hingga mencederai dirinya sendiri karena pusing utangnya menumpuk.

"Saya banyak utang, lebih dari Rp 1,5 miliar dan bukan hanya pada satu orang saja. Saya pusing dan bingung sehingga muncullah ide untuk membuat rekayasa seolah-olah saya dirampok,” ungkap Arief.

Atas perbuatannya, Arief terancam dikenakan pasal 242 KUHP Junto (JO) 220 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara lantaran memberikan keterangan palsu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Regional
Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juni 2020

Regional
Sembuh dari Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput dengan Kuda

Sembuh dari Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput dengan Kuda

Regional
Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Regional
Geger Video Penampakan Pocong, Polisi Tangkap 2 Orang Penyebar Hoaks

Geger Video Penampakan Pocong, Polisi Tangkap 2 Orang Penyebar Hoaks

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X