Ditemukan Nyaris Tenggelam, Ibu Lurah Ini Selamat Setelah Pura-pura Mati

Kompas.com - 01/08/2018, 21:26 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Lurah Penataban, Kecamatan Giri di Banyuwangi bernama Wilujeng Esti Utami (53) ditemukan oleh warga di sungai Sere di Dusun Sendangrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo dalam keadaan mengenaskan.

Korban masih hidup namun tangan kaki terikat serta kepala ditutup tas plastik hitam. Korban ditemukan nyaris tenggelam pada Selasa malam (31/7/2018).

Saat ditemukan, Wilujeng Esti Utami masih menggunakan baju adat kebaya hitam dan kain batik khas Banyuwangi yang merupakan seragam PNS khusus hari Selasa. Terdapat beberapa luka lebam di bagian tubuh korban.

Warga menyelamatkan perempuan tersebut saat mendengar teriakan suara meminta tolong dari tengah sungai sekitar jam 10 malam.

Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Penganiayaan Ibu Lurah yang Selamat Setelah Pura-pura Mati

"Korban ditemukan dalam keadaan hidup dengan luka di kepala, dan lebam di leher serta dadanya. Lalu oleh warga, korban diselamatkan dan dibawa ke puskesmas," jelas AKP Watiyo, Kapolsek Bangorejo Kabupaten Banyuwangi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/8/2018)

Dari keterangan, korban awalnya diajak pelaku untuk menemui Gus Makki di Pondok Pesantren Blokagung. Nama Gus Makki dikenal sebagai Ketua PCNU Banyuwangi.

Namun oleh pelaku, korban tidak langsung diajak ke Blokagung, namun diajak bekeliling hingga ke Kalibaru.

Korban dianiaya di dalam mobil milik pelaku. Untuk menyelamatkan diri, korban berpura-pura mati. Pelaku kemudian mengikat tangan dan kakinya dan melemparnya ke sungai.

Barang-barang pribadi milik korban termasuk uang tunai sebesar Rp 60 juta yang rencananya akan diberikan kepada Gus Makki dan tas yang berisi identitas pribadi, kwitansi pinjaman dari pelaku serta satu buah handphone dibawa oleh pelaku.

"Kita masih gali informasi tentang alasan mengapa korban membawa uang tunai dan apa hubunganya dengan pelaku. Sebelumnya korban dijemput di kantor kelurahan, dan oleh pelaku disuruh bawa uang untuk diserahkan ke Gus Makki," jelas Kapolsek.

Baca juga: Lompat ke Laut demi Mengejar Ikan, Rahim Tenggelam di Pulau Sadau

Saat ini, pihak kepolisian sudah mengantongi dua nama pelaku yang diduga adalah oknum LSM dan wartawan gadungan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X