Lapas "Super Maximum Security" Dibangun di Nusakambangan untuk Napi Kelas Kakap

Kompas.com - 27/07/2018, 16:18 WIB
Ratusan personel kepolisian bersenjata lengkap berjaga di kawasan Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018). Sedikitnya 145 narapidana tindak pidana terorisme yang terlibat kerusuhan di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, telah dipindahkan ke tiga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan. KOMPAS.com/M Iqbal FahmiRatusan personel kepolisian bersenjata lengkap berjaga di kawasan Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018). Sedikitnya 145 narapidana tindak pidana terorisme yang terlibat kerusuhan di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, telah dipindahkan ke tiga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan.

CILACAP, KOMPAS.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membangun satu Lembaga Pemasyarakatan baru bernama Lapas Karanganyar di Pulau Nusakambangan.

Lapas yang ditarget selesai akhir tahun tersebut memiliki basis Super Maximum Security (SMS) khusus untuk menampung narapidana kelas kakap seperti bandar narkoba dan teroris.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam konferensi pers di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (27/7/2018) mengatakan, Lapas SMS ini memiliki standar antara lain one cell one man, pengacak sinyal dan beberapa pembatasan seperti tamu kunjungan dan lain sebagainya.

Menurut Yasona, pembangunan lapas baru ini dilatarbelakangi oleh tragedi mako brimob beberapa waktu lalu.

Nusakambangan yang sebelumnya sudah memiliki dua lapas dengan fasilitas SMS, yakni Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih, ternyata tidak memiliki kapasitas cukup untuk menampung napi teroris pindahan dari Mako Brimob.

“Memang sebagian napi narkoba sudah dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, tapi nanti kalau sudah jadi (Lapas Karanganyar), mereka bisa dipindahkan kembali ke sini (Nusakambangan),” katanya.

Baca juga: Napi Lapas Nusakambangan Dapat Pelatihan Jasa Konstruksi

Ke depannya, Yasona juga berencana membangun dua lapas baru lagi di Nusakambangan untuk menampung napi kelas kakap yang baru-baru ini gencar ditangkap oleh kepolisian.

“Kapolri juga sedang kewalahan untuk menampung para teroris yang tertangkap oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pulau Nusakambangan memiliki luas sekitar 216 kilometer persegi atau 21.600 hektar. Sedikitnya terdapat tujuh lapas yang ada di pulau ini, masing-masing yakni Lapas Terbuka, Lapas Batu, Lapas Besi, Lapas Narkotika, Lapas Kembang Kuning, Lapas Permisan dan Lapas Pasir Putih.

Rumah petugas lapas

Meneri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, selain membangun lapas baru, pihaknya juga membangun fasilitas rumah dinas bagi petugas lapas di Nusakambangan.

Baca juga: Jokowi: Rutan Maksimum Nusakambangan Selesai Dalam 4 Bulan

Fasilitas tersebut, yakni dua tower rumah susun tipe 36 dan 24 yang diperkirakan mampu menampung 92 keluarga. Selain itu, dibangun juga rumah khusus untuk pejabat struktural lapas berupa rumah tipe 36 sebanyak 28 unit.

“Nanti petugas yang masih bujangan bisa masuk ke rusun, yang struktural menempati rumah khusus,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X