Google Maps Dinilai Layak Dipakai untuk Pengaturan Sistem Zonasi Sekolah

Kompas.com - 20/07/2018, 19:32 WIB
ilustrasi penggunaan Google MapsJUSTIN SULLIVAN ilustrasi penggunaan Google Maps

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Penentuan sistem zonasi sekolah masih terkendala peralatan untuk mengukur jarak rumah siswa dengan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Eti Fariaty mengatakan, dalam sistem zonasi, siswa yang diprioritaskan untuk diterima adalah siswa yang jarak rumahnya paling dekat dengan sekolah.

“Nah, kalau peserta membeludak, tentu harus ada alat yang mengukur agar hasilnya lebih objektif,” kata Eti saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (20/7/2018).

Dia mengungkapkan, pengukuran menggunakan meteran akan sangat merepotkan dan tidak efektif. Karena itu sempat muncul wacana untuk menggunakan aplikasi Google Maps.

“Kalau menggunakan Google Maps tentunya lebih akurat. Tapi kan butuh uji coba juga dan ini kebijakannya pemerintah secara nasional,” ujarnya.

Sistem pengukuran zonasi ini dianggap perlu diperhatikan, karena ada rencana penerapannya tidak hanya untuk sekolah negeri tetapi juga bagi sekolah swasta.

Baca juga: Cerita Ridwan Kamil Saat Anaknya Terdampak Sistem Zonasi PPDB

Terkait sistem zonasi, kata Eti, tidak semua kawasan sekolah dipadati generasi yang hendak masuk sekolah. Ada juga daerah yang dekat sekolah tapi tidak memiliki banyak anak usia masuk sekolah.

Dinas Pendidikan Pangkal Pinang mengklaim sejauh ini penerimaan siswa baru berjalan lancar, meskipun sempat timbul kepanikan di kalangan orang tua siswa.

Baca juga: Sistem Zonasi di Jateng Tidak Bermasalah, Kecuali SKTM...

Sebanyak 6.000 lebih siswa SD dan SMP telah memulai aktivitas belajar mengajar di sekolah masing-masing. Daya tampung berasal dari sekolah negeri dan swasta.



Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X