Cerita Pemilik 10 Ular Piton, Rahasia Ular Jinak hingga Akrab dengan Tetangga (3)

Kompas.com - 11/07/2018, 07:16 WIB
Faizah (17), seorang warga, berfoto bersama ular piton milik Munding Aji (30), seorang pemuda dari RT 2 RW 1 Desa Gunungsari, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah, yang mengoleksi 10 ular piton besar. Dua di antaranya bernama Syahrini dan Rambo. KOMPAS.com/Iqbal FahmiFaizah (17), seorang warga, berfoto bersama ular piton milik Munding Aji (30), seorang pemuda dari RT 2 RW 1 Desa Gunungsari, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah, yang mengoleksi 10 ular piton besar. Dua di antaranya bernama Syahrini dan Rambo.

KEBUMEN, KOMPAS.com - Munding Aji (30), pemuda dari RT 002 RW 001 Desa Gunungsari, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah, hidup berdampingan dengan 10 ular sanca raksasa peliharaannya setiap hari.

Ular jenis piton atau sanca batik (Pyton reticulatus) miliknya ini diberi nama-nama cantik, mulai dari Syahrini, Shelly, Jenny, Cindy, Vira, Amel, Rambo, dan Faldi. Rambo dan Syahrini sudah berusia 10 tahun, panjangnya sekitar 9 meter dan diameter perut 60 sentimeter.

Munding mengaku, jatuh cinta pertama kali dengan ular-ular raksasa itu dari foto Syahrini kecil. Dia lalu membelinya dengan harga Rp 300.000.

Baca selengkapnya: Perkenalkan, Ini Syahrini dan Rambo, Ular Piton Sepanjang 10 Meter dari Kebumen (1)

Setiap bulan, setidaknya Rp 3 juta dikeluarkannya untuk pakan ular-ular raksasa peliharaannya. Namun, dia tak pernah berniat menjual atau mengambil keuntungan dari ular-ularnya.

Munding Aji (30), seorang pemuda dari RT 2 RW 1 Desa Gunungsari, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah, mengoleksi 10 ular piton besar. Dua di antaranya bernama Syahrini dan Rambo.KOMPAS.com/Iqbal Fahmi Munding Aji (30), seorang pemuda dari RT 2 RW 1 Desa Gunungsari, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah, mengoleksi 10 ular piton besar. Dua di antaranya bernama Syahrini dan Rambo.
Dia bahkan pernah menolak tawaran Rp 150 juta untuk Syahrini.

“Kalau Syahrini tidak mungkin dijual, saya punya ambisi untuk memelihara ular-ular saya sampai sebesar yang saya bisa, kalau mungkin malah bisa untuk warisan anak cucu,” ungkapnya.

Baca selengkapnya: Cerita Pemilik 10 Ular Piton, Biaya Rp 3 Juta Per Bulan hingga Tolak Tawaran Rp 150 Juta untuk Syahrini (2)

Ada banyak cerita dan pengalaman unik yang Munding dapatkan selama 10 tahun berbagi hidup dengan ular.

Dari pengalaman itu, tak sedikit pelajaran tentang kearifan yang dapat dipetik oleh Munding dari para guru bijak berwujud ular.

Salah satu nilai yang Munding terima dari para ular koleksinya adalah tentang kesabaran. Dia bercerita, pernah beberapa kali tidak sengaja menginjak ularnya.

Sebagai hewan buas, dan insting membela diri, seharusnya ular tersebut memberikan gerak reflek dan Munding sudah mendapat serangan balik.

Namun tidak untuk ular-ular Munding. Syahrini dan kawan-kawan tak pernah sekalipun menyerang Munding dan para tamu ketika tidak sengaja menyakitinya.

“Saya kagum sama ular, kalau sudah jinak dia tidak akan menyerang apapun kecuali yang sudah jelas jadi makanannya setiap bulan. Jadi sama sekali sudah tidak berbahaya,” katanya.

Baca juga: Keluarga Tak Percaya Rizky Tewas Dipatuk King Kobra, Jenazah Tak Dimakamkan

Untuk mencapai tahap jinak seperti Syahrini, butuh waktu bertahun-tahun dan hanya bisa dibentuk jika memelihara ular dari saat mereka masih bayi atau berusia di bawah satu tahun.

Caranya adalah dengan membiasakan para ular ini berinteraksi dengan manusia sejak usia mereka masih bayi.

“Ibarat kita dapat waktu ular sudah sebesar lengan saja sudah tidak bisa jinak,” katanya.

Agresif saat lapar dan birahi

Munding mengungkapkan, ular sanca merupakan hewan yang tangguh dan tahan terhadap segala kondisi. Beberapa penyakit yang biasa menjangkit ular jenis retic ini hanya parasit ringan seperti kutu, jamur dan influenza.

“BKSDA pernah datang ke sini untuk meninjau, cuma ngobrol, karena sanca batik belum masuk spesies yang dilindungi,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Pemilik 5 Ekor Ikan Arapaima, Biaya Rp 200.000 Per Hari hingga Didatangi Polisi

Seperti halnya masyarakat pada umumnya, Munding juga mengaku terkejut dengan berita ular memangsa manusia di Sulawesi. Suka atau tidak suka, kejadian tersebut pasti akan berdampak pada resistensi masyarakat terhadap hobinya mengoleksi ular raksasa.

“Saya pribadi melihat peristiwa di Sulawesi (ular memangsa manusia) hanya musibah saja. Sebab pada dasarnya, ular piton lebih memilih menghindari manusia,” katanya.

 

Bersambung ke halaman dua: Ular-ular itu agresif ketika lapar dan birahi...

 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X