PVMBG Ingatkan soal Bahaya Lontaran Batu dari Kawah Gunung Agung

Kompas.com - 02/07/2018, 15:12 WIB
Asap setinggi 500 meter terlihat di puncak Gunung Agung pada Selasa (7/11/2017). KOMPAS.com/ROBINSON GAMARAsap setinggi 500 meter terlihat di puncak Gunung Agung pada Selasa (7/11/2017).

KARANGASEM, KOMPAS.com — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan potensi bahaya primer akibat letusan Gunung Agung. Bahaya primer yang paling mungkin terjadi adalah lontaran batu (lava pijar) dan jatuhan pasir abu lebat.

"Hujan abu dengan intensitas lebih rendah dapat melanda jarak yang lebih jauh karena penyebarannya bergantung pada arah dan kecepatan angin," kata kepala PVMBG Kasbani di Pos Pantau Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Senin (2/7/2018).

Dia menambahkan, abu vulkanik, jika tertahan di udara, juga dapat mengancam keselamatan penerbangan. Selain itu, potensi terjadinya aliran lava ke luar kawah masih rendah karena lava saat ini mengisi kurang dari setengah volume kawah.

Dari estimasi PVMBG, terdapat skenario kubah lava dapat dilontarkan keluar kawah dan membentuk aliran piroklastik (awan panas). 

Baca juga: Abu Vulkanik Tutup Kawasan Sekitar Gunung Agung

"Namun, kemungkinan untuk itu terjadi saat ini masih rendah karena pembangunan tekanan di dalam tubuh Gunung Agung belum signifikan," lanjut Kasbani. 

Menurut dia, estimasi potensi bahaya terus dilakukan secara berkala mengikuti perkembangan data pemantauan dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Siaga III

Berdasarkan analisis data secara komprehensif dan dengan mempertimbangkan potensi bahayanya, aktivitas Gunung Agung masih berada di Level 3 (Siaga).

Dalam status Siaga, masyarakat di sekitar Gunung Agung diimbau agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya. 

Zona Prakiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung. 

Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Aliran Lava di Kawah Gunung Agung Masih Terjadi

"Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan," ujar Kasbani. 

Sebelumnya diberitakan, Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem kembali meletus pada Senin (2/6/2018).

Letusan terjadi tiga kali, yakni pada pukul 06.19 Wita, 06.41 Wita, dan 06.55 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak kawah. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Kompas TV Gunung Agung di Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi Senin (2/7) pagi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.