Tangis Histeris Keluarga Sambut Jenazah Suami-Istri Korban Penembakan KKB di Papua

Kompas.com - 30/06/2018, 12:51 WIB
Ilustrasi penembakan ShutterstockIlustrasi penembakan

TORAJA UTARA, KOMPAS.com - Jenazah pasangan suami istri Hendrik Sattu bersama istrinya Margaretha Pali yang tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Senin (25/6/2018) lalu di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, tiba dirumah duka di Tongkonan Ratte – Ratte, Lembang Lempo, Kecamatan Sesean, Toraja Utara pada Jumat (29/6/2018). 

Mereka berdua tertembak usai Kelompok Kriminal Bersenjata menembak pesawat milik Trigana Air jenis Twin Otter, dimana anggota kelompok KKB secara membabi buta menyerang warga di Kenyam Kabupaten Nduga, Senin (25/6/2018). 

Pada peristiwa itu, sebanyak 5 orang warga terkena tembakan KKB dan tiga di antaranya tewas termasuk pasangan suami istri Hendrik dan Margaretha.

Baca juga: Sebelum Tewas Ditembak, Margaretha Bilang Rumahnya Dikepung Anggota KKB

Isak tangis histeris pun tidak dapat terbendung, warga yang menyaksikan kedatangan kedua jenazah tersebut menjadi penuh pilu, pasalnya warga dan keluarga serta kerabat tidak menyangka akan peristiwa tersebut bisa menimpa Hendrik dan Margaretha bersama anaknya.

Beruntung anak dari pasangan suami istri tersebut berhasil selamat meski harus menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya karena terkena bacok dan benda tajam di bagian wajah.

Keluarga korban mengecam aksi dan tindakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang brutal dan anarkis tersebut mereka meminta pihak aparat Kepolisian bersama TNI mengusut tuntas kasus yang sudah menewaskan keluarganya.

“Karena saudara kami ini meninggalnya dengan cara tidak wajar, maka kami mengharapkan kepada pihak aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini karena kasus ini bukan hanya kami keluarga tetapi juga bangsa Indonesia, supaya kejadian ini tidak lagi terulang,” kata Rantetasak, perwakilan pihak leluarga, Jumat (29/6/2018).

Baca juga: Usai Tembak Pesawat, Anggota KKB Tembak Warga di Papua, 3 Orang Tewas

Kata Rantetasak, bahwa sosok Hendrik dan Margaretha, pasangan suami istri di mata keluarga sangat dibutuhkan, sebagai tulang punggung keluarga.

“Kedua saudara kami ini tentunya dari kami keluarga sangat merasakan kesedihan yang mendalam, apalagi mereka ini sangat dibutuhkan dalam keluarga,” tuturnya.

Kini kedua jenazah berada dirumah duka di Tongkonan Ratte-Ratte, Lembang Lempo, kemudian dibawah ke lembang Toyasa akung, untuk disemayamkan dan dikebumikan usai menunggu persetujuan dan musyawarah dari seluruh pihak keluarga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X