Tiga Tahun Terakhir, Arus Urbanisasi di Karawang Tak Terkendali

Kompas.com - 21/06/2018, 17:22 WIB
Disdukcapil Kabupaten Karawang beserta pihak terkait menggelar operasi yustisi di Terminal Klari, Karawang, Kamis (21/6/2018). KOMPAS.com/Farida FarhanDisdukcapil Kabupaten Karawang beserta pihak terkait menggelar operasi yustisi di Terminal Klari, Karawang, Kamis (21/6/2018).

KARAWANG, KOMPAS.com - Tiga tahun terakhir, arus urbanisasi di Karawang cukup tinggi dan tidak terkendali.

Apalagi Karawang kini menjadi daerah industri dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tertinggi di Indonesia.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karawang Yudi Yudiawan mengatakan, populasi pendatang mencapai 60 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Karawang. 

Sementara 40 persen sisanya merupakan penduduk asli.

Baca juga: Wisatawan Asal Perancis Diperkosa Pemandu Wisata di Labuan Bajo

"Dibanding penduduk asli, jumlah pendatang lebih banyak," ujar Yudi di sela operasi yustisi di Terminal Klari, Karawang, Kamis (21/6/2018).

Yudhi menyebut, saat ini jumlah penduduk Karawang mencapai 2,9 juta jiwa, sementara jumlah pendatang sekitar 1,7 juta jiwa.

Data tersebut, sambung Yudi, diperoleh dari laporan surat keterangan pindah.

"Setiap Camat selalu menyerahkan data jumlah pendatang, dikumpulkan dari KTP lama mereka. Sedangkan jumlah penduduk diperoleh dari sensus," tambah Yudi.

Yudi menyebut, lonjakan arus urbanisasi secara signifikan terjadi sejak tiga tahun lalu. Pada 2016 tercatat sekitar 30.000 pendatang tinggal di Karawang.

Baca juga: Dalam 2 Jam, Volume Kendaraan yang Masuk ke Karawang Naik 30 Persen

 

Setahun kemudian, bertambah 1.000 orang. Sedangkan pada 2018 ini, sekitar 11.600 orang datang ke karawang dalam kurun waktu lima bulan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X