Survei LSI, Elektabilitas Ridwan-Uu 38,8 Persen, Deddy-Dedi 36,6 Persen - Kompas.com

Survei LSI, Elektabilitas Ridwan-Uu 38,8 Persen, Deddy-Dedi 36,6 Persen

Kompas.com - 21/06/2018, 16:10 WIB
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa namor urut satu, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, saat debat publik putaran kedua Pilgub Jabar, yang berlangsung di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Senin (14/5/2018). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa namor urut satu, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, saat debat publik putaran kedua Pilgub Jabar, yang berlangsung di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Senin (14/5/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Lingkaran Survei Indonesia Network (Denny JA) merilis hasil survei kandidat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jawa Barat 2018.

Hasil survei memperlihatkan, paslon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) mengantongi elektabilitas 38,8 persen. 

Jumlah ini mengungguli pasangan lainnya. Seperti Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) 36,6 persen, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) 8,2 persen dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) 7,7 persen.

“Kami belum bisa menentukan siapa pemenangnya karena selisihnya tipis," kata Toto Izul Fatah, Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA di Jalan Citarum, Kota Bandung, Kamis (21/6/2018). 

Baca juga: Kakek Ini Mengaku Dibayar Jadi Dukun Dadakan untuk Kampanye Hitam di Pilgub Jabar

"Tapi tanpa mendahului kehendak Tuhan, yang sudah bisa dipastikan menjadi pemenang Pilkada Jawa Barat hanya pasangan Rindu atau Dua DM. Untuk pasangan Asyik atau Hasanah hampir tidak mungkin,” tuturnya.

Meski demikian, keempat paslon masih memungkinkan untuk meningkatkan elektabilitas. Hal ini bisa terjadi jika paslon mampu merebut suara dari soft supporter yang cukup tinggi, 39 persen.

Toto menjelaskan, soft supporter adalah masyarakat yang masih ragu-ragu, sudah memiliki pilihan tapi masih bisa pindah pilihan, masyarakat yang belum punya pilihan sama sekali, dan masyarakat yang masih menunggu pemberian dari pasangan calon.

“Kalau bisa ambil 10 persen saja sudah bisa dipastikan jadi pemenang. Tapi 39 persen ini tidak mungkin terdistribusi habis. 15 persen sudah paling bagus,” ungkapnya.

Baca juga: Survei Kompas: Megapolitan Jadi Penentu Kemenangan di Pilgub Jabar

Merujuk dari hasil survei sebelumnya, paslon Rindu cenderung mengalami penurunan elekbilitas lebih rendah ketimbang Deddy-Dedi yang justru dapat dikatakan terjun bebas.

Pada survei LSI Maret 2018, pasangan Deddy-Dedi dengan elektabililtas 43,2 unggul dari pasangan Rindu dengan elektabilitas 39,3 persen.

“Sejak 7-14 Juni ini terjadi dinamika dimana pasangan Dua DM mengalami penurunan. Elktabilitas Dedi Mulyadi turun 5-6 persen sementara Uu Ruzhanul Ulum menyumbang kenaikan untuk Rindu 3 persen,” imbuhnya.

Kenaikan elektabilitas cukup signifikan juga terjadi pada pasangan Hasanah dari Maret hanya 4,1 persen menjadi 7,7 persen sementara pasangan Asyik cenderung bertahan di posisi 8,2.

Toto menjelaskan, survei dilakukan pada 7-14 Juni 2018 dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 440 orang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jabar dengan margin eror plus minus 4,8 persen.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X