Korupsi Bibit Kedelai, Kepala Dinas di Bengkulu Dipenjara 13 Bulan

Kompas.com - 07/06/2018, 20:07 WIB
IlustrasiKOMPAS/JITET Ilustrasi

BENGKULU, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu menjatuhkan hukuman penjara 13 bulan kepada mantan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, Evarini, Kamis (7/6/2018).

Selain itu, terdakwa juga dikenai denda Rp 50 Juta subsidair 1 bulan dan membayar uang pengganti Rp 50 Juta.

Sementara terdakwa lainnya Fahrurrozi, mantan Kabid Produksi Tanaman dan Pangan Distan, divonis penjara 1 tahun 3 bulan, denda Rp 50 Juta, subsidair 1 bulan dan membayar uang pengganti Rp 5 Juta.

Tidak hanya itu, pengadilan menjatuhi hukuman penjara kepada Edi Bruto, Wakil Direktur CV Dimpar Hutama Karya selaku pihak ketiga. 

Baca juga: Pengacara: Setelah Digugat Anaknya Rp 1,6 Miliar, Kini Mak Cicih Dilaporkan ke Polisi

Ia dihukum 2 tahun penjara, denda Rp 50 Juta subsidair 1 bulan dan membayar uang pengganti Rp 300 Juta lebih.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Slamet Suripto didampingi hakim anggota I Agusalim dan hakim  anggota II Henny Anggraini.

"Berdasarkan keterangan saksi dan bukti terungkap para terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan korupsi," sebut Selamet Suripto.

Selamet mengatakan, terdakwa secara bersama-sama merugikan negara dalam pengadaan bibit kedelai pada Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu tahun 2016 dengan anggaran Rp 945,5 Juta dan menelan kerugian Rp 371,5 Juta.

Sebelumnya para terdakwa dituntut 1 tahun 6 bulan penjara.

Alman Noveri, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan, putusan yang disampaikan majelis hakim itu akan dikoordinasikan dengan pimpinan apakah menyatakan banding atau tidak.



Terkini Lainnya

Namanya Disebut-sebut Saksi 02 dalam Sidang MK, Ini Kata Moeldoko

Namanya Disebut-sebut Saksi 02 dalam Sidang MK, Ini Kata Moeldoko

Regional
Tukang Pijat Dibunuh Pelanggannya karena Terlalu Keras Memijat

Tukang Pijat Dibunuh Pelanggannya karena Terlalu Keras Memijat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sikap Jokowi Hadapi Tuduhan Prabowo-Sandi di Sidang MK | Sistem Zonasi PPDB Tuai Masalah

[POPULER NUSANTARA] Sikap Jokowi Hadapi Tuduhan Prabowo-Sandi di Sidang MK | Sistem Zonasi PPDB Tuai Masalah

Regional
Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan untuk Mantan Danjen Kopassus

Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan untuk Mantan Danjen Kopassus

Regional
Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Regional
33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

Regional
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional
Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Regional

Close Ads X