Kisah Rumah Masa Kecil Pramoedya Ananta Toer yang Rusak dan Bocor di Mana-mana (5)

Kompas.com - 07/06/2018, 08:03 WIB
Sejumlah koleksi buku, foto, dan lukisan bergambar Pramoedya Ananta Tour, di dalam rumah Soesilo Toer di Jalan Sumbawa Nomor 40, Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (31/5/2018) sore. Soesilo Tour yang memiliki gelar doktor dan kini sehari-hari mengadu nasib dengan memulung tersebut merupakan adik kandung almarhum Pramoedya Ananta Tour, sastrawan dan penulis Tanah Air yang kiprahnya mendunia. KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO NSejumlah koleksi buku, foto, dan lukisan bergambar Pramoedya Ananta Tour, di dalam rumah Soesilo Toer di Jalan Sumbawa Nomor 40, Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (31/5/2018) sore. Soesilo Tour yang memiliki gelar doktor dan kini sehari-hari mengadu nasib dengan memulung tersebut merupakan adik kandung almarhum Pramoedya Ananta Tour, sastrawan dan penulis Tanah Air yang kiprahnya mendunia.

Segera direvitalisasi

Rencana Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk menjadikan rumah semasa kecil sastrawan dunia Pramoedya Ananta Toer sebagai daya tarik wisata sastra mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).‎

Pada bulan lalu, Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora melaksanakan kerja bakti penataan lingkungan dan mengadakan sarasehan "Blora Menuju Kota Sastra" di halaman rumah yang kini menjadi tempat tinggal Soes.‎

Setelah itu, perwakilan Direktorat Kebudayaan Kemendikbud juga sempat berkunjung ke rumah itu.‎

Baru-baru ini tim dari Ditjen Kebudayaan Kemendikbud melakukan kunjungan ke rumah Pram didampingi Kepala Dinporabudpar Blora Kunto Aji dan Kepala Bidang Kebudayaan Wahyu Tri Mulyani.

"‎Beberapa hari lalu, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman dari Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud,  Harry Widianto dan beberapa tim pendamping datang menyurvei rumah Pak Pramoedya Ananta Toer. Mereka berencana melakukan perbaikan atau revitalisasi rumah Pram agar bisa dijadikan daya tarik wisata sastra," ungkap Kunto Aji saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/6/2018).

Menurut Kunto Aji, tim Ditjen Kebudayaan Kemendikbud ‎melakukan survei kondisi bangunan rumah Pram selama tiga hari, termasuk melakukan pengukuran rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditjen Kebudayaan Kemendikbud juga akan berupaya ‎mengembangkan perpustakaan dan informasi tentang karya dan biografi Pramoedya.‎

"‎Hanya saja, bagaimana bentuk perencanaannya kami belum mengetahui. Sebab itu dilakukan oleh tim pusat. Yang jelas revitalisasi rumah masa kecil Pram dimulai bulan Agustus 2018,"‎ katanya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada tim dari Ditjen Kebudayaan Kemendikbud yang telah memberi perhatian dan menindaklanjuti revitalisasi rumah masa kecil Pram.

"‎Tentu saja kami mengucapkan terima kasih. Harapannya, setelah direvitalisasi akan menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia bahkan mancanegara yang ingin mengetahui serta ingin mengenal dan bernostalagia dengan karya sastra di rumah masa kecil Pak Pram," ucapnya.‎

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Wahyu Tri Mulyani menambahkan, rumah masa kecil Pram belum ditetapkan menjadi cagar budaya karena masih dilakukan pendataan hingga pengkajian.

Meski demikian, dalam revitalisasi nanti diusulkan agar bagian dan bentuk asli tidak dipugar.‎
‎‎
"‎Sempat diusulkan pembangunan joglo untuk kegiatan temu sastra dan olah karya sastra sebab anak-anak di Blora sudah ada yang punya bakat menjadi sastrawan," ungkapnya.

 

BERSAMBUNG: Jangan Sembrono Interpretasikan Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer (6)

 

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.