Pemkab Banyuwangi Keluarkan Rp 56 Miliar untuk THR PNS

Kompas.com - 06/06/2018, 18:56 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat memimpin apel di halaman Kantor Pemda BanyuwangiHumas Pemkab Banyuwangi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat memimpin apel di halaman Kantor Pemda Banyuwangi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengeluarkan anggaran Rp 56 miliar untuk gaji ke-14 atau tunjangan hari raya (THR) para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Hal tersebut sesuai dengan instruksi pemerintah pusat bahwa gaji ke-14 yang diterima PNS Banyuwangi meliputi komponen gaji pokok plus tunjangan.

"Gaji ke-14 semua sudah direalisasikan pada Selasa, 5 Juni 2018. Jadi PNS ini kan tidak dapat THR tapi diganti gaji ke-14," jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Djadjat Sudradjat saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/6/2018).

Ia mengatakan, dana untuk pembayaran gaji ke-13 dan gaji ke-14 sudah dianggarkan, sehingga Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak kesulitan membayar seperti daerah lainnya.

Baca juga: Pemkot Kediri Bayarkan Rp 19,9 Miliar untuk THR ASN

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga telah menganggarkan acres (cadangan gaji pegawai) sebesar 2,5 persen dari komponen gaji pegawai.

"Jadi pengeluaran gaji-13 dan 14 tidak sampai menggeser anggaran pembangunan yang lain. Kami juga ada cadangan untuk kenaikan gaji dan kenaikan pangkat. Dan, itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pembayaran gaji ke-14 ASN Pemkab Banyuwangi. Jadi aman semua," jelasnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X