Pemkot Kediri Bayarkan Rp 19,9 Miliar untuk THR ASN

Kompas.com - 06/06/2018, 09:19 WIB
IlustrasiKOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi

KEDIRI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengeluarkan dana hingga Rp 19,9 miliar untuk membayar Tunjangan Hari Raya ( THR) kepada para Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang ada di bawah naungannya.

THR atau juga kerap disebut gaji ke-14 itu dibagikan serentak pada 5 Juni 2018 dengan cara ditransfer ke nomor rekening bank masing-masing pegawai penerima THR.

Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Apip Permana mengatakan, Rp 19,9 miliar itu diperuntukkan untuk 4.897 ASN. Besaran THR sesuai dengan besaran gaji yang mereka terima setiap bulannya.

"Jadi mereka akan menerima gaji pokok ditambah tunjangan-tunjangan lainnya yang menyertai setiap bulannya," kata Apip, Selasa (5/5/2018).


Baca juga: THR Cair, Bank BUMN Layani Penukaran Uang Baru Secara Gratis

Selain THR tersebut, Apip menambahkan, ASN juga akan menerima gaji ke 13. Hanya saja waktu pencairan gaji ke-13 ini diberikan berbeda dengan masa pencairan THR.

Menurutnya pencairannya baru akan dilakukan pada awal Juli mendatang. Hal itu dilakukan untuk membantu meringankan pengeluaran ASN yang diprediksi meningkat seiring dengan masuknya tahun ajaran baru sekolah.

Untuk besaran gaji ke-13 ini, jumlahnya sama dengan besaran THR yang telah diterima oleh masing-masing ASN.

"Total anggaran (gaji ke 13) yang disediakan juga Rp 19,9 miliar," pungkasnya.

Baca juga: THR ASN di Karawang akan Disalurkan 5 Juni 2018

Kompas TV Bulan Ramadan adalah bulan untuk melatih pengendalian diri, tidak hanya dalam hal berpuasa, namun juga melatih diri mengendalikan keuangan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X