Polisi Bandung Ringkus 7 Anggota Geng Motor yang Akan Menyerang Kelompok Lain

Kompas.com - 05/06/2018, 00:07 WIB
Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo menjelaskan terkait penangkapan ketujuh pemuda anggota kelompok bermotor tersebut saat akan menyerang kelompok bermotor lainnya di Bandung. ketujuh pemuda ini bawa sajam saat hendak akan menyerang. KOMPAS.com/AGIEPERMADIKapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo menjelaskan terkait penangkapan ketujuh pemuda anggota kelompok bermotor tersebut saat akan menyerang kelompok bermotor lainnya di Bandung. ketujuh pemuda ini bawa sajam saat hendak akan menyerang.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi menangkap 7 anggota geng motor yang memiliki senjata tajam jenis golok dan celurit di Bandung, Minggu (3/6/2018).

Ketujuh anggota geng motor itu antara lain TW (26), HC (19), JJ (23), DMF (22), AD (20), FRM (14) dan AM (19). Mereka ditangkap saat akan menyerang kelompok bermotor lainnya.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan, ada beberapa kejadian selama bulan Ramadhan yang melibatkan geng motor.

Salah satunya pengeroyokan di wilayah Cicendo pada tanggal 25 Mei 2018 lalu. Dalam kasus ini, polisi mengamankan 10 orang dan salah satunya ditembak.

Lalu pada Minggu (3/6/2018) kemarin, polisi kembali mengamankan tujuh pemuda anggota geng motor tertentu yang akan menyerang kelompok bermotor lainnya di Kota Bandung. Namun penyerangan itu bisa digagalkan.

"Pada 3 Juni 2018, Polsek Panyileukan dan Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil menggagalkan kelompok gang bermotor yang menamakan diri Brigez, 7 orang ini akan melakukan penyerangan kelompok motor XTC. Kita mengetahui mereka akan melakukan penyerangan sehingga dilakukan penanganan," kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Senin (4/6/2018).

Baca juga: Polisi Selidiki Video Viral Kelompok Bermotor Ugal-ugalan di Bandung

Saat menggeledah 7 orang tersebut, polisi menemukan sejumlah benda tajam.

"Kami temukan sejumlah barang berbahaya khususnya benda tajam berbagai jenis, golok, sangkur dan cerulit yang akan dilakukan penyerangan atau membela diri ketika diserang kelompok lain," katanya.

Atas dasar kepemilikan senjata tersebut, tujuh pemuda ini harus berlebaran di sel Polrestabes Bandung. Mereka akan dijerat Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun penjara.

"Sekarang mereka diproses dan dilakukan penahanan," tandas Hendro.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X