BPOM Temukan Makanan Takjil di Palembang Mengandung Pengawet Mayat

Kompas.com - 24/05/2018, 19:42 WIB
Kompas TV Sementara, pemilik pabrik tahu telah dimintai keterangannya oleh polisi.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selama delapan hari Ramadhan di Palembang, Sumatera Selatan, menemukan banyak makanan menu berbuka puasa seperti rujak mi dan tahu mengandung pengawet mayat atau formalin.

Kepala BPOM Palembang Dewi Prawitasari mengatakan, dari 12 pasar beduk, sebanyak 235 sampel diambil. Hasilnya, 19 persen takjil dinyatakan mengandung formalin.

“Tahu dan mi basah paling banyak mengandung formalin, semuanya ditemukan di pasar beduk,” kata Dewi seusai memusnahkan tahu formalin di TPA Sukawinatan, Palembang, Kamis (24/5/2018).

Dewi menjelaskan, rujak mi dan tahu memang saat ini menjadi pilihan masyarakat untuk berbuka puasa. Namun, karena adanya oknum pedagang nakal, mereka mencampur makanan tersebut dengan formalin demi meraup untung besar.


“Mereka biasanya ingin untung besar dan dagangannya biar tidak cepat basi. Kita masih cari sumber utama pedagang ini, dari mana asal makanan mi dan tahu yang mereka jual,” ujarnya.

BPOM Temukan Makanan Takjil Mengandung Formalin di Bandung.

Sebelum Ramadhan, BPOM Palembang pun telah melakukan sidak ke seluruh pasar tradisional untuk mengantisipasi adanya makanan yang mengandung formalin.

Alhasil dari sidak tersebut, mereka mendapatkan sumber pabrik pembuat tahu di Palembang dan Lubuk Linggau.

“Kita dapati 52.000 potong tahu dan 2 ton mi basah berformalin. Hari ini semuanya dimusnahkan. Untuk pemilik berkasnya dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejaksaan untuk sidang,” ucapnya.

52 Jenis Jajanan Anak di Magelang Mengandung Formalin dan Rhodamin B

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Letizia menambahkan, pihaknya ikut melakukan pengawasan serta memanggil para pengusaha tahu dan mi yang mengandung formalin untuk diberi teguran.

"Itu sudah kami lakukan, tetapi memang masih ada orang-orang yang menjual formalin ini apabila ada permintaan. Padahal, formalin ini tidak dijual bebas dan biasa digunakan untuk mengawetkan mayat dan kayu,” katanya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X