Terlibat "Human Trafficking" Bermodus Tinggal di Panti Asuhan, Seorang Wanita Ditangkap

Kompas.com - 20/05/2018, 23:56 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), membekuk seorang ibu rumah tangga berinisial H.

Perempuan asal Prasangang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan itu, ditangkap polisi dan TNI karena terlibat kasus human trafficking atau perdagangan manusia, dengan modus para korban sengaja dimasukan ke panti asuhan.

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari mengatakan, H diamankan di Kecamatan Batu Putih, saat hendak membawa seorang korban berinisial YP, yang masih berusia 15 tahun atau di bawah umur.

"Jaringan ini merekrut anak-anak usia sekolah, dengan membujuk orangtua para korban, bahwa anak mereka akan dimasukan ke panti asuhan," ucap Jamari, kepada Kompas.com, Minggu (20/5/2018).

Baca juga: Polda NTT Ungkap Modus Baru Pelaku Human Trafficking

Kejadian itu lanjut Jamari, bermula ketika H bertamu ke rumah seorang warga Desa Toineke, Kecamatan Kualin, TTS, berinisial TL.

Saat itu, H menanyakan ke TL, apakah ada anak warga desa setempat yang mau disekolahkan di Makasar.

Jamari mengatakan, H mengaku dirinya sedang mencari anak untuk disekolahkan di Makasar dan dapat tinggal di panti asuhan milik kakaknya.

Mendapat pertanyaan itu, lanjut Jamari, TL kemudian mengatakan kalau anaknya masih sekolah. TL pun meminta waktu untuk menanyakan kepada keluarganya yang lain.

Baca juga: Polisi Kembali Bekuk Pelaku Human Trafficking di NTT

Tidak berselang lama, ada keluarga TL yang datang dan membawa YP. Mereka pun sepakat, sehingga H lalu membawa YP ke Makasar melalui Kupang.

Mereka menumpang minibus dari Kecamatan Kualin menuju Kupang. Namun, ketika tiba di Polsek Batu Putih, mobil mereka kemudian ditahan oleh anggota Polsek Batu Putih yang dipimpin oleh Kapolsek Iptu Kamarudin Bin Sabon dan Pasi Intel Kodim 1621/TTS Lettu Gunawan.

Baca juga: Diduga Korban Human Trafficking, Puluhan Warga NTT Terlantar di Bima

Pelaku bersama korban, selanjutnya diamankan dan dibawa ke Polres TTS, untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Saat ini, penyidik sementara mengembangkan kasusnya dan menanyakan ke pelaku, berapa jumlah anak-anak asal TTS yang sudah dikirim ke Malaysia, melalui Makasar," ucap dia.

Pelaku saat ini telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dijerat Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 10, serta Pasal 17 UU RI Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.