Presiden: Jangan Sampai Tak Akur dengan Tetangga karena Beda Pilihan - Kompas.com

Presiden: Jangan Sampai Tak Akur dengan Tetangga karena Beda Pilihan

Kompas.com - 13/05/2018, 07:00 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Syaefudin (tengah) dan Ketua MUI KH Maruf Amin (kanan) berkunjung ke Ponpes Al-Khairiyah untuk menghadiri acara silaturahmi dengan Ulama Banten serta Peringatan Harlah ke-93 Ponpes tersebut di Citangkil, Cilegon, Banten, Jumat (11/5). Acara digelar untuk memperkuat hubungan ulama dan umaro (pemerintah) dalam menghadapi serta menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Syaefudin (tengah) dan Ketua MUI KH Maruf Amin (kanan) berkunjung ke Ponpes Al-Khairiyah untuk menghadiri acara silaturahmi dengan Ulama Banten serta Peringatan Harlah ke-93 Ponpes tersebut di Citangkil, Cilegon, Banten, Jumat (11/5). Acara digelar untuk memperkuat hubungan ulama dan umaro (pemerintah) dalam menghadapi serta menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

CILEGON, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo berpesan agar masyarakat Indonesia menghormati pilihan yang berbeda satu sama lain menjelang pelaksaan Pilkada Serentak 2018.

Pesan ini disampaikan saat memberikan sambutan pada hari lahir (Harlah) Pondok Pesantren Al Khairiyah di Kota Cilegon, Banten, Jumat (11/5/2018).

Di hadapan tamu undangan dan para ulama dan umaro serta pengurus Al Khairiyah dari sejumlah daerah di Indonesia, Presiden menyampaikan bahwa perbedaan pilihan merupakan hak setiap orang.

Baca juga: Senyum Geli Jokowi Saat Gendong Anak Balita Bernama Jokowi di Asmat

Dia pun mewanti-wanti agar masyarakat bebas menentukan pilihannya tanpa harus menjelek-jelekan, menghina, apalagi sampai melakukan fitnah sama lain sehingga berpotensi menyebabkan perpecahan dan keretakan hubungan sosial.

"Jangan sampai masyarakat karena berbeda pilihan jadi tidak saling sapa, tidak menegur dengan tetangga, tidak akur. Hormati hak berdemokrasi," ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, ukhuwah islamiyah, wathoniyah, dan insaniyah juga perlu diperkuat supaya tidak terjadi lagi ujaran kebencian yang muncul karena pemahaman dan prasangka buruk. Warga, lanjut Presiden, diharapkan selalu berpikir positif dengan kebaikan.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Maruf Amin menilai, Jokowi selaku pemimpin negara sangat peduli terhadap rakyatnya.

Baca juga: Prabowo: Saya Kapok dengan Elite di Jakarta

Oleh karena itu, lanjut dia, Jokowi selayaknya selalu didoakan oleh rakyat agar pemerintahan yang dipimpinnya diberikan kemampuan dalam mengemban amanah.

"Di Indonesia ini suku, agamanya berbeda-beda, tetapi kita tetap terjaga keharmonisannya. Dan itu berkat pemimpinnya, Seharusnya kita mensyukuri dan bangga. Maka wajar ada kepala negara di luar sana menunjuk pemerintah Indonesia sebagai juru perdamaian untuk konflik berkepanjangan di negaranya. Sudah sepatutnya kita doakan beliau (Jokowi) supaya selalu diberikan kelancaran dalam mengemban tugas," tutur Maruf.

Maruf berharap, pesan Presiden Jokowi itu dapat sampai kepada masyarakat sehingga keharmonisan bangsa selalu terjaga baik dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kompas TV Presiden Joko Widodo bertanding basket bersama para atlet Developmental Basketball League di Istana Bogor, Jawa Barat.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Deddy Mizwar Proyeksikan Pantai Cidaun Menjadi Pelabuhan Samudera

Deddy Mizwar Proyeksikan Pantai Cidaun Menjadi Pelabuhan Samudera

Regional
10 Siswa DKI Jakarta dengan Nilai UN SMP Bahasa Indonesia Tertinggi

10 Siswa DKI Jakarta dengan Nilai UN SMP Bahasa Indonesia Tertinggi

Edukasi
Kebakaran di Taman Hiburan Terluas Jerman, 25.000 Orang Dievakuasi

Kebakaran di Taman Hiburan Terluas Jerman, 25.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Setelah 4 Tahun, Pemprov DKI Akhirnya Dapat Opini WTP dari BPK

Setelah 4 Tahun, Pemprov DKI Akhirnya Dapat Opini WTP dari BPK

Megapolitan
Hasil Audit BPK Diumumkan Hari Ini, Anies Berharap DKI Dapat WTP

Hasil Audit BPK Diumumkan Hari Ini, Anies Berharap DKI Dapat WTP

Megapolitan
FITRA Minta Pemerintah Transparan soal Anggaran Pemberantasan Terorisme

FITRA Minta Pemerintah Transparan soal Anggaran Pemberantasan Terorisme

Nasional
Sudiman Said: Lebih dari 60 Persen Warga Jateng Ingin Pemimpin Baru

Sudiman Said: Lebih dari 60 Persen Warga Jateng Ingin Pemimpin Baru

Regional
Punya Kendala Daftar Sekolah, Warga Bisa Datang ke Posko di SMKN 1 Jakarta

Punya Kendala Daftar Sekolah, Warga Bisa Datang ke Posko di SMKN 1 Jakarta

Megapolitan
Pimpinan Komisi II Minta E-KTP yang Tercecer Tak Disalahgunakan

Pimpinan Komisi II Minta E-KTP yang Tercecer Tak Disalahgunakan

Nasional
Mantan Presiden AS George HW Bush Kembali Dirawat di Rumah Sakit

Mantan Presiden AS George HW Bush Kembali Dirawat di Rumah Sakit

Internasional
Tahun Depan, Mendikbud Ingin Pelaksanaan UNBK di SMP Capai 90 Persen

Tahun Depan, Mendikbud Ingin Pelaksanaan UNBK di SMP Capai 90 Persen

Nasional
Dedi Mulyadi Ajak Warga Hindari Politik 'Prostitutif' di Bulan Ramadhan

Dedi Mulyadi Ajak Warga Hindari Politik "Prostitutif" di Bulan Ramadhan

Regional
Mengetahui Tugas Asisten Masinis yang Juga Penting dalam Menjalankan Kereta...

Mengetahui Tugas Asisten Masinis yang Juga Penting dalam Menjalankan Kereta...

Megapolitan
THR Pegawai Honorer DKI Jadi Wewenang Masing-masing SKPD

THR Pegawai Honorer DKI Jadi Wewenang Masing-masing SKPD

Megapolitan
Kisah Abah Rasyid Mendirikan Sekolah hingga Mewujudkan Kapal Kemanusiaan

Kisah Abah Rasyid Mendirikan Sekolah hingga Mewujudkan Kapal Kemanusiaan

Nasional

Close Ads X