Dibebaskan Bawaslu, 3 Penyebar Selebaran Provokatif di Pati Dilaporkan ke Polisi - Kompas.com

Dibebaskan Bawaslu, 3 Penyebar Selebaran Provokatif di Pati Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 11/05/2018, 06:28 WIB
Tim hukum pasangan Ganjar-Yasin menunjukkan selebaran provokatif yang digunakan untuk menyerang pasangan nomor urut 1 di Pilkada Jateng tersebut. 3 oknum dilaporkan ke polisi, Kamis (10/5/2018).KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Tim hukum pasangan Ganjar-Yasin menunjukkan selebaran provokatif yang digunakan untuk menyerang pasangan nomor urut 1 di Pilkada Jateng tersebut. 3 oknum dilaporkan ke polisi, Kamis (10/5/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Tiga warga di Kabupaten Pati yang diduga menyebarkan selebaran provokatif terkait Pilkada Gubernur Jateng dibebaskan karena tak cukup bukti.

Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah menyatakan, perbuatan yang dilakukan oleh tiga warga tidak memenuhi unsur pelanggaran sebagaimana diatur dalam undang-undang.

"Iya (dilepaskan). Tidak cukup bukti untuk dimasukkan dalam dugaan pelanggaran sebagaimana Pasal 69 huruf C UU 10 tahun 2016," ujar Koordinator Divisi Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Jawa Tengah, Sri Wahyu Ananingsih, Kamis (10/5/2018).

Tiga oknum tersebut diduga menyebarkan selebaran provokatif yang merugikan pasangan nomor urut 1 Ganjar Pranowo-Taj Yasin pada 20 April 2018 lalu.

Mereka menggandakan halaman depan sebuah koran lokal kemudian menyebarkannya ke Pasar Karoban, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.

Warga yang melihat selebaran itu lalu menangkap tiga orang itu kemudian menyerahkannya ke Panwas Kabupaten Pati.

Namun, Bawaslu menyatakan penyelidikan kasus tersebut dihentikan karena tak cukup bukti.

Baca juga : LHKPN Diumumkan, Harta Ganjar Pranowo Naik Hampir 2 Kali Lipat

Kendati demikian, Ana mengatakan, pihak pelapor atau pihak yang merasa dirugikan masih tetap mempunyai hak untuk melanjutkan ke proses hukum lainnya.

"Ya, bisa saja dilaporkan lagi. Setiap orang berhak untuk itu. Terutama jika ada yang merasa dirugikan," ujarnya.

Dilaporkan ke polisi

Sementara itu, Tim kuasa hukum pasangan Ganjar-Yasin, Heri Joko Setyo kemudian melaporkan 3 warga tersebut ke Kepolisian Resor Pati. Pihak Ganjar-Yasin, kata dia, dirugikan dengan informasi yang telah disebarkan oleh para pelaku.

"Kami dari tim hukum merasa dirugikan dengan berita itu. Selebaran itu dilakukan 3 oknum warga, untuk menimbulkan kesan mendalam terhadap pasangan yang kami usung," kata Heri di Semarang, Kamis (10/5/2018).

Pelaporan ketiga pelaku, sambung Heri, dilakukan melalui kajian yang matang. Perbuatan pelaku diduga memenuhi unsur pidana umum.

Tim kuasa hukum meyakini pelaku mempunyai niat jahat terkait upaya menyebar selebaran provokatif tersebut.

"Kami ingin pemeriksaan dilakukan pada 3 orang sehingga mampu mengungkap siapa yang ada di baliknya. Siapa aktor intelektualnya," paparnya.

Baca juga : Debat Kedua Pilkada Jateng, Ganjar Siap Bahas soal Korupsi E-KTP

Tim kuasa hukum lainnya, Johan Erwin menambahkan, sejauh ini ada dua orang saksi yang telah diperiksa. Menurut dia, banyak saksi melihat ketika pelaku menyebarkan selebaran provokatif tersebut.

Kompas TV Para kandidat gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah kembali ditantang lewat debat publik.


 


"Di pasar banyak tahu, tapi kalau menjadi saksi banyak yang takut," tambahnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

10 Siswa DKI Jakarta dengan Nilai UN SMP Bahasa Indonesia Tertinggi

10 Siswa DKI Jakarta dengan Nilai UN SMP Bahasa Indonesia Tertinggi

Edukasi
Kebakaran di Taman Hiburan Terluas Jerman, 25.000 Orang Dievakuasi

Kebakaran di Taman Hiburan Terluas Jerman, 25.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Setelah 4 Tahun, Pemprov DKI Akhirnya Dapat Opini WTP dari BPK

Setelah 4 Tahun, Pemprov DKI Akhirnya Dapat Opini WTP dari BPK

Megapolitan
Hasil Audit BPK Diumumkan Hari Ini, Anies Berharap DKI Dapat WTP

Hasil Audit BPK Diumumkan Hari Ini, Anies Berharap DKI Dapat WTP

Megapolitan
FITRA Minta Pemerintah Transparan soal Anggaran Pemberantasan Terorisme

FITRA Minta Pemerintah Transparan soal Anggaran Pemberantasan Terorisme

Nasional
Sudiman Said: Lebih dari 60 Persen Warga Jateng Ingin Pemimpin Baru

Sudiman Said: Lebih dari 60 Persen Warga Jateng Ingin Pemimpin Baru

Regional
Punya Kendala Daftar Sekolah, Warga Bisa Datang ke Posko di SMKN 1 Jakarta

Punya Kendala Daftar Sekolah, Warga Bisa Datang ke Posko di SMKN 1 Jakarta

Megapolitan
Pimpinan Komisi II Minta E-KTP yang Tercecer Tak Disalahgunakan

Pimpinan Komisi II Minta E-KTP yang Tercecer Tak Disalahgunakan

Nasional
Mantan Presiden AS George HW Bush Kembali Dirawat di Rumah Sakit

Mantan Presiden AS George HW Bush Kembali Dirawat di Rumah Sakit

Internasional
Tahun Depan, Mendikbud Ingin Pelaksanaan UNBK di SMP Capai 90 Persen

Tahun Depan, Mendikbud Ingin Pelaksanaan UNBK di SMP Capai 90 Persen

Nasional
Dedi Mulyadi Ajak Warga Hindari Politik 'Prostitutif' di Bulan Ramadhan

Dedi Mulyadi Ajak Warga Hindari Politik "Prostitutif" di Bulan Ramadhan

Regional
Mengetahui Tugas Asisten Masinis yang Juga Penting dalam Menjalankan Kereta...

Mengetahui Tugas Asisten Masinis yang Juga Penting dalam Menjalankan Kereta...

Megapolitan
THR Pegawai Honorer DKI Jadi Wewenang Masing-masing SKPD

THR Pegawai Honorer DKI Jadi Wewenang Masing-masing SKPD

Megapolitan
Kisah Abah Rasyid Mendirikan Sekolah hingga Mewujudkan Kapal Kemanusiaan

Kisah Abah Rasyid Mendirikan Sekolah hingga Mewujudkan Kapal Kemanusiaan

Nasional
Ikuti Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Berikan THR untuk Pensiunan PNS

Ikuti Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Berikan THR untuk Pensiunan PNS

Megapolitan

Close Ads X