Calon Petahana Gugur di MA, Pilkada Makassar Lawan Kotak Kosong

Kompas.com - 26/04/2018, 17:36 WIB
Jelang putusan sengketa penetapan pasangan calon petahana, Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramusti (Diami), dua kelompok massa dua kandidat Pilkada Makassar berhadap-hadapan di depan kantor Panwaslu di gedung PKK Jl Angrek Raya, Senin (26/2/2018). KOMPAS.com/Hendra CiptoJelang putusan sengketa penetapan pasangan calon petahana, Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramusti (Diami), dua kelompok massa dua kandidat Pilkada Makassar berhadap-hadapan di depan kantor Panwaslu di gedung PKK Jl Angrek Raya, Senin (26/2/2018).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pasca-putusan Mahkamah Agung (MA) yang meminta KPU Makassar mencabut pencalonan petahana, Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAMI), KPU Makassar belum mengambil tindakan.

Sambil menunggu surat putusan MA, KPU Makassar berkonsultasi dengan tim kuasa hukum KPU Sulsel dan KPU RI.

Dengan putusan MA tersebut, Pilkada Makassar hanya diikuti satu calon pasangan yakni Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). Pasangan itu bakal melawan kotak kosong. 

"Istilah kotak kosong adalah istilah yang umum dipakai untuk menggambarkan situasi satu paslon dalam Pilkada," ujar Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang, Kamis (26/4/2018). 

"Apabila KPU Makassar melaksanakan putusan MA, maka akan menjadi satu paslon saja. Aturan yang berlaku untuk kasus ini tetap mengacu pada aturan satu paslon," tutur Asrar.

(Baca juga : Putusan Penetapan Paslon Petahana, 2 Massa Pendukung Pilkada Makassar Berhadapan )

Asrar menjelaskan, paslon tunggal yang ikut Pilkada harus memperoleh suara 50 persen+1 saat pemilihan.

Jika tidak mencapai target 50 persen+1, maka Pilkada Makassar akan dilaksanakan kembali pada Pilkada serentak gelombang berikutnya pada tahun 2020.

"Jumlah 50 persen+1 dari perolehan suara sah saat pemilihan nantinya. Jika tidak tercapai, maka Pilkada Makassar akan kembali digelar pada tahun 2020 mendatang," tuturnya.

Asrar menyampaikan, calon petahana Mohammad Ramdhan Pomanto yang didiskualifikasi akan kembali sebagai wali kota Makassar hingga masa jabatannya berakhir pada Mei 2019.

"Aturannya kembali pada aturan Pilkada," tuturnya. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Regional
Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Regional
3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

Regional
Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Regional
Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Regional
Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X