Ida Nilai Santri Tak Didampingi, Yasin Bilang Itu Terkendala Legalitas

Kompas.com - 20/04/2018, 22:29 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua Sudirman Said (kedua kanan)-Ida Fauzia (kanan) dan pasangan nomor urut satu Ganjar Pranowo (kiri)-Taj Yasin (kedua kiri) mengikuti Debat Terbuka Pilkada Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4). Debat tersebut mengangkat tema peningkatan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana PutraPasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua Sudirman Said (kedua kanan)-Ida Fauzia (kanan) dan pasangan nomor urut satu Ganjar Pranowo (kiri)-Taj Yasin (kedua kiri) mengikuti Debat Terbuka Pilkada Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4). Debat tersebut mengangkat tema peningkatan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan.

SEMARANG, KOMPAS.com - Perdebatan antara wakil gubernur Jateng nomor 1 dan 2 kian menarik. Ada pertanyaan soal keperpihakan terhadap santri serta pendidikan keagamaan.

Calon wagub nomor urut 1 Taj Yasin merupakan putra seorang kiai dari Rembang. Sementara cawagub Ida Fauziyah merupakan seorang santri yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren.

Ida lantas bertanya soal keperpihakan pemerintah daerah pada kalangan santri. Ida menilai kalangan pesanten, pendidikan keagamaan, saat ini seolah dibiarkan sendiri.

Padahal santri, lembaga pendidikan agama telah melakukan tugas negara mencerdaskan anak bangsa, menjauhkan dari radikalisme.

Legalitas

Menanggapi Ida, Yasin mengatakan, Pemprov Jateng sebelumnya ingin memberi bantuan baik berupa hibah maupun bantuan sosial. Namun pemberian bantuan terkendala pada aspek legalitas.

(Baca juga : Tekan Intoleransi, Ganjar-Yasin Terus Gandeng Tokoh Agama )

Karena itu, pesantren dan lembaga pendidikan diminta untuk mengurus legalitas itu agar dapat menerima bantuan.

"Perlu membaca bahwa ponpes di seluruh Indonesia masih ngurus izin. Kita tahu UU 23 Tahun 2014, lembaga boleh dibantu, boleh berbadan hukum. Bantuan sosial, hibah pada lembaga pendidikan kami sediakan, tapi gak terserap, tapi izin tersebut masih pengurusan," ujarnya.

Keberpihakan Pemerintah

Ida kemudian menanggpi pernyataan Yasin. Seharusnya, sambung Ida, harus ada keperpihakan dari pemerintah untuk membantu proses, bukan dibiarkan mengurus sendiri.

"Mereka mengambil tugas negara. Saya kira ini persoalan. Izin itu teknis," pinta Ida.

Yasin bersikukuh, skema pemberian bantuan harus mengacu pada aturan yang berlaku. Jika kalangan pesanten sudah punya legalitas, pasti akan diberikan bantuan baik untuk guru, hingga sarana dan fasilitas pendidikan.

"Kalau semua punya izin pasti diprogram. Kita kan belum kerja, kalau kita anggarkan," ujarnya.

"Nanti ketika kerja pasti anggarkan, ada Rp 331 miliar untuk pendidikan keagamaan, Silahkan diajukan ke pendidikan, guru ditata," jawabnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Regional
Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Regional
Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Regional
9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

Regional
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

Regional
Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Regional
Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Regional
Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Regional
Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Regional
Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Regional
Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Regional
Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X