Kasus Tarian Erotis di Jepara, Polisi Tetapkan Dua Tersangka - Kompas.com

Kasus Tarian Erotis di Jepara, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Kompas.com - 15/04/2018, 16:30 WIB
IlustrasiFREEPIK.com Ilustrasi

JEPARA, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jepara terus mengembangkan penyidikan kasus tarian erotis dalam acara reuni klub motor Yamaha N Max yang digelar di Pantai Kartini, Jepara, Jawa Tengah.

Hingga saat ini, Satuan Reskrim Polres Jepara sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus yang videonya telah viral di media sosial. Namun, polisi belum bisa menguraikan secara detail identitas kedua tersangka untuk kepentingan penyidikan.

"Kedua tersangka adalah panitia acara reuni klub motor matik itu, sementara itu saja. Kemungkinan lain masih dalam proses penyidikan," kata Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Suharta kepada Kompas.com, Minggu (15/4/2018).

Menurut Suharta, kedua tersangka tersebut akan dijerat dengan Undang-Undang Pornografi. Adapun ancaman hukumannya adalah penjara.

"Melanggar Undang-Undang Pornografi yang di dalamnya juga terdapat pornoaksi. Ancaman maksimal 15 tahun penjara," kata Suharta.

(Baca juga: Polisi Tahan Panitia Acara Tari Erotis di Jepara)

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, dalam kasus yang mempertontonkan tiga orang perempuan berbikini berjoget sensual di muka umum itu, polisi fokus mendalami peran masing-masing yang diduga terlibat.

Selain panitia acara klub motor itu, ketiga perempuan yang menari erotis tersebut juga dimintai keterangan. Sesuai aturan hukum, menurut Kapolres, tak menutup kemungkinan juga tiga penari erotis tersebut dijerat pidana.

"Kami masih dalami kasus ini. Semua tergantung peran masing-masing. Selain panitia, ketiga perempuan yang berjoget dengan pakaian minim itu juga bisa terkena sanksi," kata Yudianto.

(Baca juga: Hadirkan Penari Erotis di Pantai Kartini Jepara, Panitia Pakai Izin Organ Tunggal)

Kasus ini berawal saat video amatir yang tersebar melalui media sosial mengabadikan tiga orang perempuan yang hanya mengenakan bikini berjoget sensual di muka umum dengan diiringi house music.

Yudianto menyampaikan, video tersebut merupakan puncak acara reuni komunitas motor Yamaha N Max yang digelar pada Sabtu (14/4/2018) siang.

Menurut Yudianto, polisi sangat menyayangkan insiden tersebut bisa terjadi. Panitia yang menggagas kegiatan tersebut dinilai telah melanggar aturan, karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan izin semula.

Sesuai izin, acara reuni komunitas Yamaha N Max diikuti sekitar 100 orang, dimulai pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan dimeriahkan hiburan organ tunggal.

"Kami sangat sayangkan. Izinnya diramaikan dengan organ tunggal, tapi kenyataannya tidak sesuai. Kami sudah periksa sejumlah saksi," kata Yudianto.

Manajer Pantai Kartini Jepara, Joko Wahyu Sutejo, membenarkan jika tarian erotis itu digelar di pantai Kartini Jepara. Pihaknya mengaku kecolongan karena peristiwa itu terjadi tanpa sepengetahuan pihaknya.

"Kami terkejut ternyata izinnya tidak sesuai dengan yang diajukan semula. Selama ini kami melarang kegiatan berbau maksiat," kata Joko.


Terkini Lainnya

5.689 Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Depok

5.689 Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Depok

Megapolitan
Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi

Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi

Internasional
PAN: Justru Elektabilitas Kami Turun jika Dukung Pak Jokowi

PAN: Justru Elektabilitas Kami Turun jika Dukung Pak Jokowi

Nasional
Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi 'Floating Dock' PT DPS Persero

Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi "Floating Dock" PT DPS Persero

Regional
Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Megapolitan
Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Regional
Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Nasional
Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Regional
Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Internasional
4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

Regional
Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Regional
Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Nasional
Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Megapolitan
Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Internasional
Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Nasional

Close Ads X