Ini Rangkaian Acara Peringatan KAA di Bandung

Kompas.com - 13/04/2018, 06:18 WIB
Museum Konferensi Asia Afrika KOMPAS.com/Reni SusantiMuseum Konferensi Asia Afrika

BANDUNG, KOMPAS.com - Kota Bandung akan kembali menggelar Asia Africa Carnival 2018 yang merupakan kegiatan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA). Puncak acara akan dilaksanakan mulai 29 April 2018 di sepanjang Jalan Asia Afrika. 

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Aswin Sulaeman menuturkan, acara yang keempat kalinya itu akan menghadirkan delegasi-delegasi dari negara tetangga. Secara keseluruhan, ada 74 peserta yang mendaftar AAC 2018.

“Secara internasional kita mengundang 109 negara peserta KAA. Tapi tidak semua bisa mengirimkan delegasi karena kendala waktu. Tapi kalau dari kota-kota se-Indonesia dan dari Bandung sendiri insya Allah banyak,” tutur Aswin dalam acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Kamis (12/4/2018).

Para peserta nantinya akan melakukan karnaval di sepanjang 3,1 kilometer. Rutenya dari mulai Hotel Savoy Homan (Jalan Asia Afrika)- Banceuy-Cikapundung-Braga Pendek-Hotel Preanger. Acara akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Penutupan jalan berlaku selama acara berlangsung.

(Baca juga : Hadiri KAA, Jokowi dan Para Menteri Kompak Pakai Baju Adat ) 

Sementara itu Kepala UPT Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA) Meinarti Fauzie mengungkapkan, rangkaian peringatan KAA itu telah dimulai sejak Maret 2018.

“Tanggal 18-31 Maret kita mengadakan lomba mewarnai tingkat TK dan SD secara online atau daring. Acara ini diikuti 543 peserta se-Indonesia. Pemenangnya telah diumumkan secara online juga pada tanggal 6 April yang lalu,” ucap Meinarti.

Pada 18 April nanti, sambung Meinarti, MKAA akan menggelar upacara penaikan bendera 109 negara-negara Asia Afrika dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) oleh 400 Paskibraka Kota Bandung.

Pada 21 April 2018, MKAA kembali akan menggelar Bandung Historical Study Games.

“Sudah ada 120 kelompok yang mendaftar, berarti ada 600 orang peserta. Mereka akan berkeliling ke 20 titik bersejarah di Kota Bandung dimulai dari Gedung Dwi Warna,” katanya.

(Baca juga : ANRI: UNESCO Akui Arsip KAA sebagai Warisan Dunia )

Panitia juga akan melakukan jamuan teh dan bincang-bincang dengan para saksi sejarah dan relawan KAA tahun 1955 pada 23 April 2018 nanti. Salah satu yang akan hadir adalah Abah Landung, pegiat antikorupsi Indonesia yang juga pernah menjadi relawan pada KAA tahun 1955.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan penurunan bendera 109 negara Asia Afrika dan Bendera PBB oleh 400 pramuka dari Kwartir Cabang Kota Bandung.

“Pada 23 Mei 2018 akan ada talkshow dengan Menteri Luar Negeri dan Sahabat MKAA yang juga akan dihadiri oleh mahasiswa di Kota Bandung,” jelasnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Kasus Warga Jakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Hotel Cianjur

4 Fakta Kasus Warga Jakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Hotel Cianjur

Regional
Keluar Rumah Tak Pakai Masker, 68 Warga Pontianak Langsung Dites Swab

Keluar Rumah Tak Pakai Masker, 68 Warga Pontianak Langsung Dites Swab

Regional
Diperkosa Kakak Kandung hingga Hamil, Remaja 13 Tahun Juga Jadi Korban Perundungan Warga

Diperkosa Kakak Kandung hingga Hamil, Remaja 13 Tahun Juga Jadi Korban Perundungan Warga

Regional
Pelajar SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK DPRD Gresik

Pelajar SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK DPRD Gresik

Regional
Mengaku Khilaf Saat Diamankan, 10 Pesepeda Perempuan Berbaju Ketat di Banda Aceh Diberi Bimbingan Ustaz

Mengaku Khilaf Saat Diamankan, 10 Pesepeda Perempuan Berbaju Ketat di Banda Aceh Diberi Bimbingan Ustaz

Regional
Ketika Akademi TNI 'Keukeuh' Minta Wali Kota Magelang Pindah Kantor

Ketika Akademi TNI "Keukeuh" Minta Wali Kota Magelang Pindah Kantor

Regional
Cerita Dokter Forensik Bertaruh Nyawa Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Cerita Dokter Forensik Bertaruh Nyawa Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

Regional
PKB Pertimbangkan 3 Nama di Pilkada Sidoarjo, Salah Satunya Putra Saiful Ilah

PKB Pertimbangkan 3 Nama di Pilkada Sidoarjo, Salah Satunya Putra Saiful Ilah

Regional
'Bapak Pergi Saja, Tak Ada Corona di Sini, Kalau Ada akan Kami Kubur Sendiri'

"Bapak Pergi Saja, Tak Ada Corona di Sini, Kalau Ada akan Kami Kubur Sendiri"

Regional
Terungkap, 240 Polisi di Sumsel Ternyata Gunakan Narkoba

Terungkap, 240 Polisi di Sumsel Ternyata Gunakan Narkoba

Regional
Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Ingin Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar Surabaya, Calon Jemaah Harus Daftar Online

Ingin Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar Surabaya, Calon Jemaah Harus Daftar Online

Regional
'Mereka Tolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter'

"Mereka Tolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter"

Regional
Fakta Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Korban Keguguran

Fakta Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Korban Keguguran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X