Bacok Seorang Remaja hingga Tewas, Tiga Pelaku Dibekuk Polisi dan TNI

Kompas.com - 02/04/2018, 08:14 WIB
Tiga orang pelaku pembacokan yang menewaskan seorang remaja di Baubau, Muhamad Ridwan (15), Jumat (30/3/2018), berhasil dibekuk polisi, Minggu (1/4/2018) sore. Ketiga pelaku berinsial AM, AD, dan AY ditangkap saat hendak melarikan diri keluar dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKETiga orang pelaku pembacokan yang menewaskan seorang remaja di Baubau, Muhamad Ridwan (15), Jumat (30/3/2018), berhasil dibekuk polisi, Minggu (1/4/2018) sore. Ketiga pelaku berinsial AM, AD, dan AY ditangkap saat hendak melarikan diri keluar dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

BAUBAU, KOMPAS.com — Tiga pelaku pembacokan yang menewaskan seorang remaja di Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhamad Ridwan (15), Jumat (30/3/2018), dibekuk polisi, Minggu (1/4/2018) sore.

Ketiga pelaku berinsial AM, AD, dan AY itu ditangkap saat hendak melarikan diri keluar dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

“Dari hasil penyelidikan kolaborasi Polres Buton dan TNI, akhirnya hari ini kami berhasil menangkap tiga pelaku utama dari tindak pidana penganiayaan. Dari hasil pemeriksaan, motifnya adalah balas dendam,” kata Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam, dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (1/4/2018) malam.

Ia menambahkan, ketiga pelaku tersebut mempunyai peran masing-masing dalam melakukan pembacokan.

Baca juga: Pascapembacokan, Dua Kelompok Pemuda di Baubau Terlibat Bentrok

“Untuk AM, kami tangkap di Baubau sebagai otak yang menyuruh melakukan, tersangka AD itu adalah eksekutor, dan YW itu yang kendarai motor menbonceng eksekutor,” ujar Daniel.

Pelaku AD dan YW, seusai melakukan pembacokan, bersembunyi di beberapa tempat di Baubau dan Buton.

Kedua pelaku tersebut berusaha melarikan diri ke Kabupaten Wakatobi, tetapi berhasil dibekuk Tim Reskrim Polres Buton di Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton.

Daniel menambahkan, ketiga pelaku tersebut bukanlah warga lingkungan Kanakea yang selama ini infonya tersebar di masyarakat sehingga memicu bentrokan antara warga Kelurahan Wameo dan Lingkungan Kanakea dengan menggunakan senjata tajam.

“Saya tegaskan, tidak ada satu pun pelaku dari Kanakea. Oleh karena itu, mohon jangan disimpangsiurkan karena tersangka bukan dari Kanakea,” ucap Daniel.

Kini ketiga pelaku tersebut diamankan di Mapolda Sulawesi Tenggara. Ketiganya akan dikenai Pasal 351 ancaman 7 tahun penjara maksimal.

Baca juga: Polri: Pelaku Pembacokan Pengurus NU Kendal Bisa Saja Terinspirasi Peristiwa Sebelumnya

Kompas TV Warga berhasil menangkap pelaku dan menyerahkannya ke Polres Kendal. Sedangkan kedua korban telah ditangani secara medis di Rumah Sakit Islam Weleri, Kendal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X