Cerita Kakek 75 Tahun Tanam Ratusan Tanaman Obat, Siapa Saja Boleh Ambil Halaman 1 - Kompas.com

Cerita Kakek 75 Tahun Tanam Ratusan Tanaman Obat, Siapa Saja Boleh Ambil

Kompas.com - 14/03/2018, 08:07 WIB
Sri Harjanto (75), warga RT 3/RW 3, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota  Solo, Jawa Tengah merawat tanaman obat keluarga yang siap disedekahkan bagi yang membutuhkan. KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Sri Harjanto (75), warga RT 3/RW 3, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Jawa Tengah merawat tanaman obat keluarga yang siap disedekahkan bagi yang membutuhkan.

SOLO, KOMPAS.com - Meski usianya tidak lagi muda, Sri Harjanto (75), warga RT 3/RW 3, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Jawa Tengah, tak tahan untuk berhenti berkarya.

Pensiunan guru itu menyisihkan waktunya untuk setiap hari mengurus ratusan tanaman obat keluarga. Tak hanya mengurus, merawat dan menanam toga, Harjanto juga memberikan tanaman apa pun bagi siapa saja yang membutuhkan.

"Saya miliki ratusan tanaman obat keluarga ini tetapi saya tidak jual. Kalau ada yang memerlukan saya berikan. Hanya saja jumlahnya sedikit karena lahan yang saya miliki sedikit," ujar Harjanto, Senin (12/3/2018).

Keberadaan sejumlah pohon di rumah kakek bercucu enam dan berputra tiga membuat berlimpahnya oksigen di sekitarnya. Di halaman depan rumahnya yang sempit, suasana begitu rindang dan sejuk.

Rumah mungilnya pun seperti hutan kecil.

Untuk pemerataan cahaya dan angin, Harjanto rutin memotong ranting dan daun tanaman obat keluarga.    KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Untuk pemerataan cahaya dan angin, Harjanto rutin memotong ranting dan daun tanaman obat keluarga.
Usai pensiun sebagai guru di sebuah sekolah lanjutan tingkat atas, Harjanto memilih berkegiatan dengan pepohonan, mulai dari menanam dan merawatnya. Berbagai jenis tanaman berkayu hingga tanaman yang bisa diambil manfaatnya untuk obat ditanam.

Awalnya, Harjanto hanya menanam beberapa pohon saja lantaran matanya sering silau karena terpapar cahaya pantulan dari tembok rumah di depannya. Dia menilai, hadirnya pepohonan sebagai terapi mata.

Seiring dengan adanya gerakan menanam tanaman tanaman obat keluarga di lingkungan rumah, Harjanto kemudian berinisiatif memanfaatkan lahan terbatas di jalan setapak depan rumahya.

Dia mulai berpikir keras bagaimana tetap bisa menanam pepohonan di gang kecil yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

"Ukurannya lebar setengah meter dan panjang lima belas meter," ungkap Harjanto.

Melihat kondisi itu, ide pun muncul dengan membuat pagar hidup dari pepohonan berkayu. Tujuannya sebagai penyangga tanaman lainnya. Akhirnya beberapa tanaman obat keluarga bisa diselipkan di antara pepohonan tersebut. Beberapa tanaman dia peroleh dari membeli ketika melihatnya di pameran atau pemberian dari teman.

Tanaman obat kurang indah jika berdiri sendiri dan beberapa di antaranya bersifat musiman yang membuat daunnya menghilang namun tidak mati. Dengan membuatnya berdempetan dengan tanaman lain menjadi pagar hidup di pinggir jalan.

Agar angin dan cahaya bisa merata, Harjanto sesekali memangkas daun dan batang tanaman penyangga agar tanaman yang dijadikan obat bisa tumbuh dan terlihat. Bahkan dia juga menyelipkan tanaman sayur di antara tanaman tersebut agar juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur.

Bersambung ke halaman 2: Tak Pernah Beli Pupuk


 

 

Page:
Komentar

Terkini Lainnya

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Internasional
Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Nasional
Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Regional
Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Megapolitan
Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Megapolitan
Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Nasional
7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

Regional
4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

Regional
Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video 'Sengaja' Diedit

Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video "Sengaja" Diedit

Regional
Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Megapolitan
Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Nasional
Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Regional
Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Nasional
Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Nasional
Close Ads X