Hoaks yang Disebarkan Dosen TAW adalah Kasus Perampokan di Majalengka

Kompas.com - 07/03/2018, 20:55 WIB
Tiga orang pelaku pencurian dan kekerasan yang mengakibatkan kematian pada kasus perampokan di Majalengka, tepatnya di rumah almarhum H Bahro di Blok Rebo, Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, sedang menuruni anak tangga usai rilis pengungkapan di RS Sartika Asih, Rabu (7/3/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADITiga orang pelaku pencurian dan kekerasan yang mengakibatkan kematian pada kasus perampokan di Majalengka, tepatnya di rumah almarhum H Bahro di Blok Rebo, Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, sedang menuruni anak tangga usai rilis pengungkapan di RS Sartika Asih, Rabu (7/3/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi menangkap 11 pelaku pencurian dan kekerasan (curas) di tiga wilayah pantura, yakni Majalengka, Indramayu, dan Cirebon. Salah satu kasus curas di tiga daerah tersebut merupakan kasus yang dijadikan berita bohong atau hoaks oleh TAW (40).

TAW diketahui merupakan dosen penyebar hoaks yang ditangkap di suatu universitas di Yogyakarta. Ia juga anggota Muslim Cyber Army (MCA).

Kasus yang dijadikan berita hoaks tersebut sebenarnya kasus perampokan di Majalengka, tepatnya di rumah almarhum H Bahro di Blok Rebo, Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.

"Hari ini kami merilis adanya pengungkapan tiga TKP di Cirebon, Indramayu, dan Majalengka. Namun, perlu digarisbawahi di dalam kasus ini, ada kasus yang dijadikan berita hoaks adanya serangan di Majelangka atau muazin yang selama ini diresahkan masyarakat," kata Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko di RS Sartika Asih, Kota Bandung, Rabu (7/3/2018).

Baca juga: Dosen Penyebar Hoaks di Majalengka Berniat Goyang Perpolitikan di Jabar

Penangkapan para pelaku ini membuat kasus perampokan di Majalengka makin terungkap, yaitu salah satu pelaku, Elgino, ditembak mati lantaran melawan saat ditangkap pada Rabu (7/3/2018) sekitar pukul 00.00 WIB di kawasan industri Cikampek.

"Pelaku atas nama E yang berasal dari Jakarta Timur, kami lakukan tindakan tegas terukur karena bersangkutan pada saat dilakukan penangkapan melakukan perlawanan dan memiliki senjata api jenis revolver rakitan. Pada saat dibawa ke rumah sakit, pelaku meninggal dunia," kata Trunoyudo.

Adapun tiga pelaku lainnya bernama Jajang Jaelani (43), warga Majalengka, ditangkap di Kabupaten Ciamis; Soleh (38), asal Kabupaten Purbalinga, ditangkap di tempat tinggalnya; serta Emod Abul Rahman (47), asal Majalengka, ditangkap di Kota Bandung.

"Saudara Jajang terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya di Panjalu, Ciamis. Karena pada saat ditangkap melawan," jelasnya.

Seperti diketahui, kasus di Majalengka ini modus para tersangka menggunakan penutup wajah lalu masuk ke toko melalui jendela kiri menggunakan tangga dan melumpuhkan korban H Bahro.

Lalu korban diikat menggunakan tali plastik dan lakban hitam lantaran tidak memberitahukan tempat menyimpan barang berharganya. Korban pun mendapatkan penganiayaan hingga akhirnya meninggal karena dipukul di bagian perut. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Regional
Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Regional
Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Regional
Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Regional
MPLS Tatap Muka SMA/SMK di Kota Tegal Tidak Dilanjutkan

MPLS Tatap Muka SMA/SMK di Kota Tegal Tidak Dilanjutkan

Regional
6 Staf TVRI Jatim Jalani Tes Swab, 1 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

6 Staf TVRI Jatim Jalani Tes Swab, 1 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Positif Corona, Sekda Kabupaten Grobogan Diisolasi di RSUD Purwodadi

Positif Corona, Sekda Kabupaten Grobogan Diisolasi di RSUD Purwodadi

Regional
Hari Ini Bertambah 101 Kasus Baru Covid-19 di Bali, Mayoritas dari Klaster Pasar Kidul

Hari Ini Bertambah 101 Kasus Baru Covid-19 di Bali, Mayoritas dari Klaster Pasar Kidul

Regional
Tak Bisa Pulang karena Pandemi, Turis Rusia Tidur Beralaskan Tikar di Lapangan karena Kehabisan Uang

Tak Bisa Pulang karena Pandemi, Turis Rusia Tidur Beralaskan Tikar di Lapangan karena Kehabisan Uang

Regional
Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia di Jambi Bertambah

Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia di Jambi Bertambah

Regional
Banjir Bandang di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang

Banjir Bandang di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang

Regional
Pernikahan Gadis 12 Tahun Korban Pencabulan Ayah Tiri dengan Pria 44 Tahun Akan Dibatalkan

Pernikahan Gadis 12 Tahun Korban Pencabulan Ayah Tiri dengan Pria 44 Tahun Akan Dibatalkan

Regional
Detik-detik Bocah Terperosok ke Sumur Sedalam 21 Meter

Detik-detik Bocah Terperosok ke Sumur Sedalam 21 Meter

Regional
Pengemudi Ojol Positif Covid-19, Tertular dari Klaster Komunitas Senam

Pengemudi Ojol Positif Covid-19, Tertular dari Klaster Komunitas Senam

Regional
128 ASN dan Pegawai Honorer Pemprov Maluku Positif Covid-19

128 ASN dan Pegawai Honorer Pemprov Maluku Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X