Dosen Penyebar Hoaks di Majalengka Berniat Goyang Perpolitikan di Jabar

Kompas.com - 06/03/2018, 11:23 WIB
Direskrimsus Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana, tengah menjelaskan terkait beberapa kasus yang tengah ditabganinya. di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (28/2/2018) KOMPAS.com/AGIE PERMADIDireskrimsus Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana, tengah menjelaskan terkait beberapa kasus yang tengah ditabganinya. di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (28/2/2018)

BANDUNG, KOMPAS.com - TAW (40), dosen penyebar hoaks tentang pembunuhan muazin oleh orang gila di Majalengka ternyata sengaja membuat berita bohong itu untuk "menggoyang" perpolitikan di Jawa Barat. 

Hal tersebut diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar, Selasa (6/3/2018).

"Keterangannya iseng katanya, tapi di dalam forensiknya politik, memang sengaja membuat Jabar khususnya menjadi goyang," kata Umar. 

Dalam forensiknya, lanjut Umar, pelaku sering membuat berita hoaks di Majalengka.

"Ada beberapa case (kasus) mungkin kalau sebelumnya dia case-nya follower (pengikut), sama men-translate-kan kembali, tapi khusus yang ini dia yang bikin pertama kali, dia yang upload pertama kali, dan dia memutar orang itu lebih dari 150.000 kali, sudah disebarkan sekian kali," katanya.

Baca juga : Di Balik Kasus Dosen Penyebar Hoaks, Anggota Muslim Cyber Army yang Tertutup

Umar menganalisis, banyaknya Hoax di Jawa Barat lantaran Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jawa barat terhitung cukup dipertimbangkan. ‎

"Mungkin karena Jabar lebih besar DPT-nya, untuk jadi presiden dan anggota dewan cukup pegang Jabar dan (wilayah hukum) Polda Metro, selesai," ujarnya.

"Ini 35 persen loh di Jabar, 33 juta (orang), 15 persen dari seluruh indonesia. Kalau megang Jabar sudah separo kekuatan jadi presiden," imbuhnya.

‎Dijelaskan, pelaku sendiri terbukti anggota The Family MCA dalam bukti forensiknya. "Kalau pengakuan dia anggota tapi pasif, tapi dalam strukturnya itu aktif," katanya.

Diberitakan sebelumnya, TAW sudah bertahun-tahun menjadi anggota MCA, bahkan polisi mengungkap bahwa pelaku ini sudah mengerti sistem IT. Wanita yang merupakan dosen ini ditangkap di salah satu universitas di Yogyakarta. 

Baca juga : Wanita Penyebar Hoaks Disebut Bukan Dosen Tetap di UII

Penangkapan pelaku bermula saat adanya informasi di Facebook yang ditulis akun Tara Dev Sams pada Sabtu (17/2/2018). Isi tulisan berita hoaks ini soal muazin dianiaya oleh seseorang yang diduga mengidap gangguan jiwa.

Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan tidak adanya korban muazin dan pelaku yang mengidap gangguan jiwa tersebut. Unggahan ini telah membut resah warga Majalengka.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X