Panwaslu Periksa Empat Saksi Terkait Pembagian Sembako Berstiker Rindu

Kompas.com - 05/03/2018, 11:14 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dilaporkan sejumlah warga dari RW 14 Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ke Panwaslu Kabupaten Bandung. dok. KompasTVPasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dilaporkan sejumlah warga dari RW 14 Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ke Panwaslu Kabupaten Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bandung telah memeriksa empat saksi terkait dugaan politik uang dengan membagikan sembako kepada korban banjir Citarum oleh pasangan nomor 1 Pilkada Jabar 2018, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu).

"Saksi (yang diperiksa) empat orang termasuk saksi terlapor. Satu saksi kemarin gak datang," ujar Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Bandung, Januar Solehuddin saat dihubungi via telepon seluler, Minggu (4/3/2018) kemarin.

Januar menuturkan, kronologi pemberian sembako itu terjadi pada 1 Maret 2018 lalu di Kampung Babakan Leuwi Bandung, RW 14, Desa Citereup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Dari penuturan saksi, salah seorang koordinator pengungsi, Ibu Deni, mendapat pesan singkat dari Bambang yang merupakan BPD desa setempat pada 26 Februari. Pesan itu berisi tawaran Bambang yang ingin memberikan bantuan kepada para pengungsi.

"Ibu Deni mengatakan bantuan silakan saja karena kita sedang membutuhkan, kurang lebih seperti itu. Dia tanya kampanye bukan? Bukan, kata Bambang. Setelah itu datang bantuan itu hari Selasa. Pelapor hanya menerima saja, ternyata pas dibuka ada stikernya (pasangan Rindu)," ucap Januar.

Baca juga : Dituding Bagi-bagi Sembako, Ridwan Kamil Bilang Saya Tak Pernah Perintahkan

Januar mengatakan, ada 300 paket sembako yang dibagikan untuk warga di 7 RT. Paket itu berisi mi instan empat bungkus, beras dua kilogram, serta minyak goreng.

"Kalau uang gak ada sama sekali," ucapnya.

Dari 300 paket yang dibagikan hanya beberapa yang berstiker Rindu. Berdasar keterangan saksi, sambung Januar, tidak ada ajakan secara langsung yang mengajak warga untuk memilih pasangan Rindu.

"(Gestur mengajak) Tidak ada, semua saksi menyatakan tidak ada hanya ada bahasa 'nitip'," katanya.

Januar mengaku sejauh ini belum ada rencana untuk memanggil pasangan Rindu. Sebab, sejauh ini para saksi dan pelapor tak menyebut ada keterkaitan pasangan Rindu secara langsung.

"Kalau memanggil pasangan Rindu kita harus menyesuaikan dengan keterangan saksi, karena yang terlapor itu Pak Bambang yang mendistribusikan sembako itu," jelasnya.

Januar mengatakan, saat ini baru Bambang yang diperiksa sebagai terlapor. Menurut warga, selain menjadi BPD desa setempat, Bambang pun bertugas sebagai ketua RT dan kader Partai NasDem.

"Dia BPD sekaligus RT dan sekaligus menurut saksi kader NasDem," ujarnya.

Baca juga : Diduga Bagi-bagi Sembako, Ridwan Kamil dan Uu Dilaporkan ke Panwaslu

Jika terbukti melanggar, sambung Januar, pelaku dapat terjerat pidana maksimal 72 bulan dengan denda maksimal Rp. 1 miliar. Pidana itu juga berlaku bagi penerima.

"Kalau pidananya dalam Uu nomor 10 tahun 2016. Sanksinya sesuai pasal 187 a ayat 1 36-72 bulan kurungan pidana. Dendan Rp. 200 juta - Rp. 1 miliar. Pemberi dan penerima kena sanksi," kata Januar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Regional
Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Regional
Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Regional
Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Regional
Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Regional
Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Regional
Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Regional
Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Regional
Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Regional
Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Regional
Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Regional
Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Regional
3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

Regional
Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X