Acungkan 4 Jari Saat Berfoto, 2 ASN di Tarakan Terancam Sanksi

Kompas.com - 02/03/2018, 16:41 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HANDININGIlustrasi

NUNUKAN, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu Panwaslu Kota Tarakan, Kalimantan Utara, semprit 2 aparatur sipil negara (ASN) yang berfoto bersama dengan mengacungkan 4 jari mereka.

Foto dua ASN yang menjabat sebagai kepala dinas di pemerintahan Kota Tarakan tersebut sempat menjadi viral di media sosial.

Ketua Panwaslu Kota Tarakan Sulaiman mengatakan, kedua ASN di Pemerintahan Kota Tarakan tersebut telah melanggar Undang-undang Nomor 5 tahun 2014.

“Proses pemeriksaan di kita sudah selesai, kita menyatakan, di kajian kita bahwa 2 ASN itu diduga melanggar netralitas ASN,” ujarnya, Jumat (2/3/2018).

Sulaimen menambahkan, Panwaslu Kota Tarakan telah menyerahkan hasil kajian terkait pelanggaran dua ASN tersebut kepada Badan Kepegawaian Daerah Kota Tarakan untuk ditindaklanjuti.

Baca juga : 2 Bulan Tak Digaji, Panwaslu Tarakan Ancam Hentikan Pengawasan Pilkada

Menurutnya, yang berhak memberikan sanksi kepada dua ASN tersebut adalah Pemerintah Kota Tarakan sendiri. Panwaslu Kota Tarakan memberikan waktu satu bulan kepada pemerintah daerah untuk memberikan sanksi kepada dua ASN itu.

“Kalau misalnya dalam satu bulan tidak ada putusan dari sana kita akan lanjutkan ke Komisi ASN untuk menidak secara tegas pemberian sanksi kepada dua ASN tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, dua ASN yang berforto bersama dengan mengacungkan 4 jari mereka sempat menjadi viral di media sosial. Padahal saat ini merupakan masa kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan 2018.

Baca juga : KPU Tarakan Tolak Bakal Calon yang Telat Mendaftar 6 Menit

Pilkada Kota Tarakan sendiri diikuti oleh 4 pasang calon wali kota dan wakil wali kota, masing masing nomor 1 pasangan Hj Umi Suhartini dan Mahruddin Mado, nomor urut dua pasangan Khairul dan Effendhi Djuprianto, nomor urut tiga pasangan H Badrun dan Muhammad Ince A Rifai dan nomor urut empat pasangan Sofian Raga dan Sabar Santuso.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Regional
Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Regional
Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Regional
Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Regional
Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Regional
Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Regional
Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Regional
Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Regional
Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Regional
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Regional
Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Regional
Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Regional
Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Regional
UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual 'Dosen' Swinger

UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual "Dosen" Swinger

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X