Selidiki Tewasnya Mantan Wakapolda, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak

Kompas.com - 24/02/2018, 14:12 WIB
Petugas Polres Malang Kota saat melakukan olah TKP dengan menerjunkan anjing pelacak terkait tewasnya mantan Wakapolda Sumut Kombes Pol (Purn) Agus Samad yang ditemukan tewas di rumahnya, Perum Bukit Dieng, Kota Malang, Sabtu (24/2/2018) KOMPAS.com / Andi HartikPetugas Polres Malang Kota saat melakukan olah TKP dengan menerjunkan anjing pelacak terkait tewasnya mantan Wakapolda Sumut Kombes Pol (Purn) Agus Samad yang ditemukan tewas di rumahnya, Perum Bukit Dieng, Kota Malang, Sabtu (24/2/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Jajaran Polres Malang Kota masih menyelidiki kejadian purnawirawan Polri, Kombes Pol (Purn) Agus Samad (71) yang ditemukan meninggal bersimbah darah dengan kaki terikat di rumahnya yang ada di Perum Bukit Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (24/2/2018).

Polisi juga belum memastikan penyebab tewasnya perwira Polri yang pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumatera Utara itu.

"Kami belum bisa memastikan ini pembunuhan. Kami sedang melakukan pendalaman untuk menyelidiki penyebab dari kematian korban ini," kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri.

Asfuri menyebutkan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dengan menerjunkan seekor anjing pelacak. Pihaknya juga sudah meminta keterangan dari anak korban yang mendatangi lokasi.

Baca juga: Mantan Wakapolda Sumut Ditemukan Tewas dengan Kaki Terikat

"Kami masih lakukan penyelidikan secara mendalam. Dan juga kita menggunakan anjing pelacak untuk mengetahui mungkin ada dugaan yang lain," katanya.

Tidak hanya itu, polisi juga memeriksa setiap ruangan yang ada di rumah korban untuk mencari jejak kemungkinan adanya aksi perampokan.

"Tapi sampai tadi tidak ada (yang hilang). Namun nantinya kami akan meminta kepada istri korban kalau datang untuk mengecek kembali, ada barang - barang yang hilang atau tidak. Sampai dengan saat ini kita lihat tidak ada," ungkapnya.

Diketahui, Kombes Pol (Purn) Agus Samad (71) ditemukan tewas di halaman belakang bagian rumahnya. Sementara di ruang makan, terdapat bercak darah.

Korban ditemukan pertama kali oleh Gunaryo, satpam di perumahan itu. Awalnya, Gunaryo menerima diajak sejumlah warga untuk mengecek korban atas permintaan istri korban. Sebab, korban yang berada seorang diri di rumah tidak bisa dihubungi. Sementara istrinya sedang berada di luar kota. Korban ditemukan tewas dengan kaki terikat tali rafia.

"Terakhir dia jabat sebagai Wakapolda Sumut," kata Supriadi tetangga korban yang juga purnawirawan berpangkat Irjen seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Supriadi mengatakan korban adalah seniornya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X