Mekanik Ditetapkan Jadi Tersangka dalam Kecelakaan Bus yang Menewaskan 27 Orang

Kompas.com - 22/02/2018, 16:47 WIB
Puing-puing tiang dan sampah berserakan di lokasi kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Minggu (11/2/2018). KOMPAS.com/AGIEPERMADIPuing-puing tiang dan sampah berserakan di lokasi kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Minggu (11/2/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah menetapkan Amirudin (32), sopir bus maut yang menewaskan 27 orang di Tanjakan Emen, Ciater, Subang sebagai tersangka, polisi juga menetapkan status yang sama terhadap mekanik dari Manajemen Bus Perusahaan Otobus (PO). Mekanik tersebut diketahui bernama Saif Rudi.

"Status saksi mekanik dari manajemen Bus PO Premium Passion Saif Rudi dari saksi menjadi tersangka dalam perkara tindak pidana karena kesalahannya atau kelalaiannnya menyebabkan orang lain meninggal dunia," kata Kapolres Subang AKBP M Joni melalui pesan singkatnya, Kamis (22/2/2018). 

Penetapan tersangka SR ini berdasarkan gelar perkara yang dilakukan Polres Subang pada Selasa (20/2/2018) lalu. "Penetapannya kemarin lusa," kata Joni.

SR ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan kesalahan atau kelalaian yang mengusulkan serta mengarahkan sopir untuk memotong selang udara rem bus. 

Seperti diketahui Kasubdit Jamenopsrek Korlantas Polri pernah mengungkapkan bahwa sopir sempat menghubungi tim teknis dari perusahaan bus terkait adanya kendala pada sistem pengereman bus. Namun respons dari tim teknis itu mengusulkan untuk mengakali dua selang rem bus itu untuk dipotong dan ditutup baut. Secara teknis, hal tersebut dilarang hingga akhirnya bus mengalami kecelakaan.

" Tersangka mengarahkan sopir dan kondektur untuk memotong selang udara rem, sehingga rem bus tersebut jadi terganggu sistem pengeremannya," kata Joni.

Baca juga : Cerita Penanganan Korban Kecelakaan Tanjakan Emen, 12 Jam Tanpa Henti

Dihubungi terpisah, Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Prahoro Tri Wahyono menjelaskan, dengan ditetapkannya SR sebagai tersangka, maka kini sudah ada dua tersangka dalam kecelakaan bus tersebut.

"Sementara baru dua tersangka, pertama driver-nya yakni A, dan mekanik atas nama SR," jelasnya. 

Untuk tersangka Amirudin, polisi menjeratnya dengan Pasal 311 ayat (1) UU LLAJ dengan ancaman maksimum 12 tahun penjara. Sedangkan tersangka SR dijerat Pasal 359 KUHP ayat 3, 2, 1 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. 

"Kalau si mekanik ada lalainya sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia, luka berat, luka ringan sesuai KUHP. Kalau si sopir kena 311 ayat 4, 3, 2, 1 , ayat 4 meninggal dunia, ancaman 12 tahun. Kenapa tidak Pasal 310 karena dalam gelar perkara unsur lalainya tak di situ, dia sengaja," jelasnya.

Menurut Prahoro, tersangka Amirudin mengetahui bahwa sistem pengereman bus mengalami gangguan, namun sang sopir tetap saja menjalankan busnya hingga akhirnya terjadi kecelakaan tersebut.

"Dia (sopir) sengaja, karena dia tahu tapi tetap saja jalan, sampai akhirnya kecelakaan di TKP. Sedang yang nyuruh potong rem itu SR, si mekanik ini ngerti kalau itu dilakukan bisa mengakibatkan kecelakaan hingga kematian, namun tetap dilakukan, itu disengaja. Nah, di situ unsur kelalaiannya," jelas Prahoro.

Baca juga : Manajemen PO Bus yang Terguling di Tanjakan Emen Subang Diperiksa

Sampai saat ini, polisi terus mendalami kasus kecelakaan bus pariwisata (premium class) nomor polisi F 7959 AA yang menewaskan 27 orang di Jalan Raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater,Subang, Jawa Barat pada Sabtu (10/2/2018) sore itu. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X