Kompas.com - 22/02/2018, 09:12 WIB

Selain di Pajak Pancurbatu yang letaknya di luar Kota Medan, di tengah Kota Medan, daging anjing juga dijual di Pajak Sambu. Hanya saja, tidak lazim anjing hidup yang dijual di pajak ini.

Pajak daging yang letaknya tepat di belakang pos polisi Terminal Sambu, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, hanya menjual daging anjing dan babi potong.

Daging-daging anjing dijual di depan kompleks ruko tua yang kusam dan kotor. Dua pria pedagang daging babi menggelar dagangannya sambil mengibas-ibaskan plastik di atas tumpukan daging untuk mengusir lalat.

Sementara itu, lapak di sebelahnya sudah kosong. Itu adalah lapak pedagang daging anjing. Tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan daging anjing di pasar ini. Dalam dua jam, daging anjing biasanya sudah ludes. Biasanya laku kepada para pelanggan.

“Lama kali kakak datangnya. Dia dari subuh paling lama sampai jam 10.00 di sini. Itu pun langsung habis. Tinggal telepon-telepon saja, orang berdatangan. Beli sop anjing ajalah atau ini, daging babi aja,” kata seorang pedagang daging babi sambil merayu.

(Baca juga: Pemilik Anjing Adakan Aksi "Tolak Makan Daging Anjing")

Daging anjing di pasar ini dijual Rp 50.000 sampai Rp 60.000 per kilogram. Tidak ada pemotongan anjing di tempat ini.

“Daging anjing datang dalam keadaan sudah bersih dan dipotong-potong,” ucapnya.

***

Di Medan, berbagai rumah makan dan lapo tuak yang menyajikan hidangan daging anjing tersebar, mulai dari kawasan Amplas, Helvetia, Marelan, Belawan, hingga Jalan Medan-Binjai. Di jalan keluar dari Medan, di sepanjang Jalan Tanjung Morawa sampai masuk Perbaungan, juga tersaji.

Di sepanjang Jalan Djamin Ginting atau yang terkenal dengan sebutan kawasan Padang Bulan, Medan, hampir di setiap tepi jalan ada warung makan dengan plang nama bertuliskan "sedia babi atau B2 dan B1 panggang, saksang, lomok-lomok, kidu-kidu, dan sop anjing".

Meski terang-terangan menjual menu daging anjing, banyak pemilik warung yang enggan berbicara dan ketakutan. Begitu pula penikmatnya.

Namun, di antara yang enggan, ada para penikmat yang secara terbuka mengakui alasan mereka menyukai menu daging anjing.

Apa kata mereka?

BERSAMBUNG: Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar hingga Piring Makan (2)

 

 

Kompas TV Pemasukan negara dari sektor pariwisata terancam berkurang setelah muncul kasus konsumsi daging anjing di Bali.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Regional
KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

Regional
Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Regional
Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Regional
Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Regional
Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Regional
Warga Kota Medan Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Desember, Walkot Bobby Minta Jajarannya Sosialisasikan

Warga Kota Medan Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Desember, Walkot Bobby Minta Jajarannya Sosialisasikan

Regional
Cegah Stunting di Samarinda, Elnusa Petrofin Gelar Penyuluhan Gizi Seimbang

Cegah Stunting di Samarinda, Elnusa Petrofin Gelar Penyuluhan Gizi Seimbang

Regional
Terima Program Beli Rumah Dapat Rumah dari Ganjar, Masyarakat: Alhamdulilah Punya Rumah

Terima Program Beli Rumah Dapat Rumah dari Ganjar, Masyarakat: Alhamdulilah Punya Rumah

Regional
Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Regional
Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Regional
Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Regional
Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.