Kompas.com - 14/02/2018, 17:51 WIB
Erwin Maulana (27) warga Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang dan Eko Arif (19) warga Blater, Bandungan, Kabupaten Semarang baru-baru ini diringkus Satuan Narkoba Polres Semarang karena mengedarkan obat keras berbahaya. KOMPAS.com/SYAHRUL MUNIRErwin Maulana (27) warga Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang dan Eko Arif (19) warga Blater, Bandungan, Kabupaten Semarang baru-baru ini diringkus Satuan Narkoba Polres Semarang karena mengedarkan obat keras berbahaya.

UNGARAN, KOMPAS.com — Satuan Narkoba Polres Semarang meringkus dua pengedar obat keras berbahaya yang kerap memasok untuk para pemandu karaoke di kawasan wisata Bandungan.

Kedua pengedar tersebut adalah Erwin Maulana (27) warga Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang dan Eko Arif (19) warga Blater, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Keduanya diamankan saat bertransaksi dengan seorang pemesan di Dusun Manggung, Jimbaran, Bandungan.

Barang bukti yang disita dalam penangkapan itu adalah obat untuk menggugurkan kandungan, yakni satu strip Cytotec. 

(Baca juga : Polsek Rajeg Razia Apotek yang Jual Obat Berbahaya di Kalangan Pelajar )

"Obat tersebut tergolong obat keras dan wajib dengan resep dokter spesialis kandungan. Namun dua pelaku ini mengedarkan secara bebas, mengabaikan unsur kesehatan,” kata Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho saat gelar perkara, Rabu (14/2/2018) siang.

Agus menambahkan, selain obat penggugur kandungan, petugas menyita ponsel dan sepeda motor yang dikendarai pelaku untuk menjalankan bisnisnya.

Kepada petugas, pelaku Eko alias Kodok mengaku mendapat pasokan obat-obat keras berbahaya tersebut dari tersangka Erwin seharga Rp 500.000 setiap stripnya. Kemudian obat-obat tersebut dijual kepada para pemesan Rp 750.000 per stripnya.

"Pesannya via medsos, yang pesan rata-rata PK (pemandu karaoke) Bandungan," kata Eko, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sayur keliling tersebut.

Pelaku Erwin mengaku sudah menjalankan bisnisnya ini sejak November 2017. Reaksi obat yang ia jual, terasa setelah tiga hingga empat jam setelah dikonsumsi. Dengan mengonsumsi obat ini, janin berusia di bawah tiga bulan kandungan bisa gugur.

"Saya dapatnya dari memesan juga, kalau saya jualan obat ini sudah berjalan sejak akhir 2017 tepatnya November," kata Erwin.

(Baca juga : Joshua Dapat Julukan Raja Obat Terlarang )

Saat ini Polres Semarang terus mendalami keterangan pelaku dan saksi. Kedua pelaku akan dijerat pasal 196 dan 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dimana ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Barang bukti kami kirim ke tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang untuk dilakukan uji laboratorium," kata Agus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X