Hutan di Kawasan Puncak Rusak, Daerah Hilir Rawan Bencana

Kompas.com - 08/02/2018, 20:57 WIB
Ilustrasi hutan Alfian KartonoIlustrasi hutan

BOGOR, KOMPAS.com - Jaringan pemantau hutan independen Forest Watch Indonesia ( FWI) menilai, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, mengalami kerusakan hutan dan lahan yang masif selama puluhan tahun.

Dari analisis FWI sepanjang tahun 2000-2016, 5.700 hektar hutan alam hilang di kawasan Puncak. Kondisi itu tinggal menyisakan 21 persen hutan alam dari total wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

Pengampanye FWI Anggi Putra Prayoga menyebutkan, seluas 445 hektar kawasan hutan lindung di wilayah Puncak telah berubah fungsi menjadi hutan produksi, pertanian, dan permukiman. Kemudian perubahan peruntukan kawasan lindung untuk perkebunan seluas 704 hektar.

"Pemerintah harus serius dan mengkaji ulang peruntukan dan kesesuaian lahan untuk meningkatkan daya dukung lingkungan di kawasan Puncak yang kian hari makin menyusut. Jika tidak, bencana serupa akan terus berulang dan menjadi semakin parah," ujar Anggi, Kamis (8/2/2018).

Anggi mencontohkan, salah satunya yaitu pembukaan hutan dan pendirian bangunan permanen untuk pengembangan wisata yang terjadi dalam kawasan hutan di Taman Wisata Alam Telaga Warna.

Baca juga: Longsor Puncak, Seorang Warga Tewas, 4 Luka, 3 Hilang

“Hingga hari ini, sudah lebih dari 10.000 dukungan untuk menghentikan pembangunan Telaga Warna dan tuntutan pengembalian fungsi lindung di kawasan Puncak,” katanya.

Sambung dia, deforestasi, pelanggaran tata ruang, dan perizinan di kawasan Puncak diduga memengaruhi terjadinya banjir dan longsor di wilayah Bogor dan Jakarta.

Padahal, kata dia, peranan kawasan Puncak sangat vital untuk banyak daerah di bawahnya. Seluruh daerah Puncak adalah hulu dari empat DAS besar, yaitu Ciliwung, Cisadane, Kali Bekasi, dan Citarum.

"Lebih khusus lagi, Puncak menjadi penyedia air utama untuk tiga DAS, yaitu Ciliwung, Kali Bekasi, dan Citarum. Bila kawasan ini rusak, dapat dipastikan daerah di bawahnya akan ikut terpapar juga” tutur dia.

Baca juga: Menteri Basuki Sebut Longsor Puncak karena Perubahan Tata Ruang

Kompas TV Pembongkaran ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat sejak Rabu malam kemarin.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditetapkan Tersangka, Oknum Polisi yang Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas Mengakui Perbuatannya

Ditetapkan Tersangka, Oknum Polisi yang Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas Mengakui Perbuatannya

Regional
Dianggap Sebarkan Berita Bohong, Tiga Petinggi Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara

Dianggap Sebarkan Berita Bohong, Tiga Petinggi Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara

Regional
Satu Korban Banjir Bandang Cicurug Sukabumi Masih dalam Pencarian

Satu Korban Banjir Bandang Cicurug Sukabumi Masih dalam Pencarian

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 September 2020

Regional
Sadis, Istri Dianiaya Suami dengan Golok hingga Jarinya Putus karena Cemburu, Ini Kronologinya

Sadis, Istri Dianiaya Suami dengan Golok hingga Jarinya Putus karena Cemburu, Ini Kronologinya

Regional
Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Regional
Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Regional
Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Regional
Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Regional
Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Regional
Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Regional
Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Regional
Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X