Kompas.com - 23/01/2018, 08:04 WIB
Para Sekolah Kebhinekaan Gunungkidul melakukan Aksi Jalan Kaki, balai desa Kepek ke Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, dengan Membawa Bendera Merah Putih dan Juga Poster-Poster Perdamaian Kompas.com/Markus YuwonoPara Sekolah Kebhinekaan Gunungkidul melakukan Aksi Jalan Kaki, balai desa Kepek ke Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, dengan Membawa Bendera Merah Putih dan Juga Poster-Poster Perdamaian

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia terdiri dari suku agama ras dan antar golongan yang berbeda-beda seringkali menimbulkan pergesekan antar-masyarakat. Hal ini karena minimnya pengetahuan antar satu dan yang lainnya.

Itulah yang mendasari berdirinya sekolah kebinekaan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sekolah ini diikuti 45 orang pelajar dari berbagai latar belakang agama yang berbeda. Para remaja selama 3 kali pertemuan diajak untuk mengenal berbagai agama. Tujuannya tidak lain adalah untuk menanamkan nilai-nilai kebinekaan kepada generasi muda.

"Orang seringkali tidak memahami identitas agama lain menenumbuhkan prasangka dan bisa timbul tidak suka, maka tak jarang muncul konflik dan sebagainya. Dengan sekolah kebinekaan diharapkan mereka mengenal satu dengan yang lainnya, sehingga sehingga terjadi udar prasangka, atau hilangnya prasangka buruk, rasa tidak suka, rasa benci, ujaran kebencian antar sesama," kata Kepala Sekolah Kebinekaan Gunungkidul, Christiono Riyadi, saat ditemui menjelang malam inagurasi di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Minggu (21/1/2018) petang.

Selama sekolah kebinekaan, siswa-siswi juga diajak tinggal di pondok pesantren, pura dan juga wihara. Sejumlah aktivis organisasi masyarakat terlibat sebagai pendamping peserta seperti GP Ansor NU, Fatayat NU, Pemuda Katolik, Klasis Gereja Kristen Jawa (GKJ), Badan Kerja Sama (BKS) Gereja Kristen Gunungkidul, Majelis Buddhayana Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Forum Lintas Iman.

Baca juga : Cerita Guru Muslim di Banyuwangi, Kuliah Dibiayai Pastor dan Kini Mengajar di Sekolah Katolik

Sekolah kebinekaan tahap pertama ini dilaksanakan dari 28 hingga 29 Oktober 2017 di Pura Bendo Ngawen. Tahap kedua digelar 25-26 November 2017 di Ponpes Al Mumtaz Putat-Patuk, dan tahap ketiga sekolah kebinekaan dilaksanakan dari tanggal 20 hingga 21 Januari di Wihara Jina Darma Siraman Wonosari.

Total ada 45 orang anak muda yang mengikuti kegiatan ini. Mereka diajarkan berbagai hal tentang keagamaan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami tinggal selama dua hari di Pondok Pesantren Al Mumtaz, Putat, Patuk, belajar kehidupan di pondok pesantren bersama kiai dan santri di sana. Kami juga pergi ke Pura Bendo, Ngawen, dan juga Wihara Jina Darma di Siraman Wonosari," kata Christiono.

"Di setiap kegiatan berlangsung, peserta diajak mengikuti berbagai kegiatan. Kami ingin generasi muda kami belajar memahami identitas yang ada dalam perbedaan," lanjutnya.

Para siswa angkatan pertama sekolah kebinekaan Gunungkidul ini melakukan ikrar atau Generasi Muda (Gema) Kebinekaan Gunungkidul, di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunungkidul.

"Kami berharap generasi muda ini bisa memberikan virus positif ini kepada orang lain," ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X