Dedi Mulyadi: Kita Kerja Setahun Hampir Sama dengan Kerja Seratus Tahun

Kompas.com - 15/01/2018, 16:56 WIB
Bakal calon wakil gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat hadir di RSHS Bandung untuk menjalani tes kesehatan, Kamis (11/1/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIBakal calon wakil gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat hadir di RSHS Bandung untuk menjalani tes kesehatan, Kamis (11/1/2018).
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengklaim pihaknya sudah berhasil mengubah Purwakarta dari kota kecil yang tidak dikenal menjadi salah satu destinasi wisata yang mulai dilirik baik wisatawan domestik maupun internasional.

Ia menyebut, tiga destinasi wisata yang kini sudah dikenal, yakni air mancur di Taman Sri Baduga, Pasanggrahan komplek alun-alun hingga hotel gantung Gunung Parang yang diklaim tertinggi di dunia.

Dedi mengatakan, pembangunan infrastruktur dan sosial budaya di Purwakarta tak lepas dari sistem pemerintahan yang fokus pada hal paling penting. Ia juga menghilangkan poin pembiayaan yang tidak penting.

Dengan jumlah APBD hanya Rp 1,6 triliun, bupati Purwakarta selama dua periode ini mampu membangun arsitektur daerah layaknya kota besar.

"Misalkan kita fokus kepada hal penting dan hilangkan yang tak penting. Misalkan, biaya untuk rapat terlalu lama, piket pagi yang buang-buang waktu, pengarahan terlalu lama, dan biaya-biaya seminar tak penting," jelas Dedi Mulyadi kepada Kompas.com, Senin (15/1/2018).

Pola pemerintahan tersebut mulai dijalankan sejak dirinya menjabat sebagai kepala daerah tahun 2008 silam. Awalnya, tak sedikit orang mencibir dan menentang pola kepemimpinannya tersebut, termasuk oleh para pegawainya.

Baca juga : Jelang Cuti, Kenangan Dedi Mulyadi dan Rumah Dinasnya...

Namun, setelah diberi pengertian dan polanya terbuktinya nyata, mereka pun langsung mendukung dan bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan perubahan pembangunan di Purwakarta.

"Jadi kita kerja setahun hampir sama dengan kerja seratus tahun. Jadi saat ini tentang Purwakarta dan pola kerja jangan kita menilai dan biarkan publik yang menilai," kata Dedi.

Pentingnya efektivitas kerja itu, kata Dedi, terinspirasi dari pentas wayang golek. Pagelaran wayang biasanya berdurasi lama sampai subuh dan hanya membuat jenuh penontonnya.

Ia pun berpikir kenapa pentas wayang itu tidak langsung kepada makna cerita dan arti falsafahnya, serta bagian menariknya, yakni lawakan yang bermakna bagi kehidupan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Beruang Berkeliaran di Permukiman Selama 3 Hari, Warga Ketakutan

2 Beruang Berkeliaran di Permukiman Selama 3 Hari, Warga Ketakutan

Regional
Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Regional
Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Regional
Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Regional
8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

Regional
Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Regional
Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Regional
Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Regional
Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Regional
8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

Regional
Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Regional
Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Regional
Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Regional
Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Regional
Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X