Cuaca Ekstrem, Keberangkatan Kapal Roro Tujuan Batam-Lingga Ditunda Kembali

Kompas.com - 12/01/2018, 11:01 WIB
Sejumlah penumpang kembali harus menunggu untuk diberangkatkan ke Kabupaten Lingga karena saat ini cuaca di sekitar perairan Kabupaten Lingga dan bagian utara Kota Tanjungpinang tidak bersahabat. KOMPAS.com/Dok ASDP BatamSejumlah penumpang kembali harus menunggu untuk diberangkatkan ke Kabupaten Lingga karena saat ini cuaca di sekitar perairan Kabupaten Lingga dan bagian utara Kota Tanjungpinang tidak bersahabat.
|
EditorErwin Hutapea



BATAM, KOMPAS.com - Buruknya cuaca di sebagian perairan Kepulauan Riau (Kepri) membuat sejumlah pelayaran menjadi tertunda. Seperti kapal roro KMP Sembilang yang seharusnya diberangkatkan pada Jumat (12/1/2018) pagi pukul 08.00 WIB kembali mengalami penundaan keberangkatan.

Penundaan keberangkatan kapal roro ini disampaikan nakhoda kapal KMP Sembilang, Saidur.

"Mohon maaf kepada penumpang roro dengan rute Batam-Lingga dan sebaliknya, kita belum bisa berangkat karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat, karena tinggi gelombang masih mencapai lebih dari tiga meter," kata Saidur, Jumat (12/1/2018).

Menurut dia, seharusnya KMP Sembilang diberangkatkan ke Lingga pagi ini, tetapi karena cuaca buruk, jadi keberangkatannya ditunda hingga pukul 20.00 WIB nanti.

"Jika cuaca malam nanti masih belum juga membaik, kapal akan kembali kami tunda keberangkatannya hingga Sabtu (13/1/2018) besok pagi," ungkap Saidur.

Baca juga: Perlancar Arus Mudik, Kemenhub Tambah Kapal Roro di Tanjung Priok

Sebelumnya KMP Sembilang ini dijadwalkan berangkat pada Kamis pukul 20.00 WIB. Karena cuaca buruk pada malam tadi, terpaksa ditunda pada Jumat pagi dan kembali mengalami penundaan hingga Jumat malam nanti.

Sementara itu, Kepala BMKG Cabang Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Sahat, mengatakan, saat ini cuaca di sekitar perairan Kabupaten Lingga hingga perairan Tanjungpinang masih ekstrem, bahkan tinggi gelombang di atas tiga meter.

"Kecepatan angin di wilayah perairan Kepri, khususnya dari Singkep menuju Batam masih cukup kencang mencapai 15 hingga 20 knot, bisa mengakibatkan gelombang mencapai 3 meter bahkan lebih. Makanya bagi pelaku usaha di jasa laut harus hati-hati dan terus perhatikan keselamatan saat melakukan pelayaran," kata Sahat.

Kejadian ini, ujar Sahat, sudah terjadi sejak Rabu malam lalu dan sampai saat ini masih belum normal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Regional
Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Regional
Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Regional
'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

"Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

Regional
Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Regional
Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Regional
Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Regional
Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Regional
Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Regional
Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Regional
Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Regional
Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X