DPP PPP dan PKB Ambil Alih Pendaftaran Pasangan Rusda-Sjafie di KPU Sultra - Kompas.com

DPP PPP dan PKB Ambil Alih Pendaftaran Pasangan Rusda-Sjafie di KPU Sultra

Kompas.com - 10/01/2018, 23:31 WIB
Pasangan Rusda-Sjafie didampingi pengurus DPP Demokrat saat mendafarkan diri di KPU Sultra. (KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI Pasangan Rusda-Sjafie didampingi pengurus DPP Demokrat saat mendafarkan diri di KPU Sultra. (KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)

KENDARI, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengambil alih pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Rusda Mahmud- Sjafie Kahar ke kantor KPU Sultra, Rabu (10/1/2018).

Hal itu dilakukan lantaran ketua dan sekretaris DPW PPP dan PKB enggan menandatangani surat rekomendasi dari DPP yang mengusung pasangan calon Rusda-Sjafie. Ditambah lagi pengurus DPW tidak hadir guna mendaftarkan pasangan itu ke KPU Sultra.

Abdul Valah, salah satu pengurus DPP PKB mengatakan, pihaknya akan memproses Ketua DPW PKB Sultra Nurfa Thalib ke komite etik internal PKB. Pasalnya, Nurfa Thalib dianggap tidak patuh pada keputusan DPP PKB.

“Kita akan bawa ke komite etik DPP PKB. Apapun alasannya, logo atau simbol partai PKB hanya bisa digunakan oleh pasangan Pak Rusda Mahmud sesuai dengan surat mandat yang diberikan DPP PKB,” kata Abdul Vatah usai mendaftarkan pasangan Rusda- Sjafie di KPU Sultra, Rabu (10/1/2018).

Ia menegaskan, ketidakhadiran ketua DPW PKB Sultra tidak akan menghalangi keabsahan dukungan PKB ke pasangan Rusda-Sjafei di Pilkada Sultra.

“Kami PKB bersatu sesuai instruksi untuk tetap mendukung Pak Rusda dan Pak Sjafei pada Pilgub Sultra," katanya.

Baca juga : KPU Sultra Coret Dukungan PPP dan PKB ke Paslon Asrun-Hugua

Ketua KPU Sultra Hidayatullah mengatakan, berkas usungan partai yang diajukan Rusda-Sjafei diterima, meskipun ketua dan sekretaris DPW PPP dan PKB tidak hadir.

"Seluruh berkas dan syarat pendaftaran sudah terpenuhi dalam surat pencalonan yang ditandatangani oleh DPP. Dua partai ini langsung didaftarkan oleh DPP dan itu sah," katanya.

Menurut Hidayatullah, tidak ada masalah dengan dukungan PPP dan PKB, sebab format B.1 KWK yang berwenang dan bertanda tangan adalah DPP.

Ditambahkan, dengan berakhirnya jadwal pendaftaran, maka dipastikan ada tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung pada pemilihan gubernur Sultra, Juni 2018 mendatang.

Tiga pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada Sultra adalah Asrun-Hugua, Ali Mazi- Lukman Abunawas dan Rusda-Sjafie.

Sementara itu, Rusda mengaku senang karena sudah resmi mendaftar dan semua berkas terima KPU.

“Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan kami dinyatakan lolos dengan tiga partai pengusung. Total kursinya sebanyak 9. Itu memenuhi syarat minimal,” kata Rusda.

Selain pengurus DPP PPP dan PKB yang mengantar pasangan Rusda-Sjafie, terlihat pengurus DPP Demokrat Andi Nurpati.

Diberitakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencoret dua partai yang mengusung pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Asrun-Hugua, saat pendaftaran hari pertama di KPU setempat, Senin (8/1/2018).

Kedua partai yang ditolak KPU Sultra adalah PPP dan PKB. Komisioner KPU Sultra, Iwan Rompo menegaskan, PPP dan PKB dicoret sebagai partai pengusung karena syarat kelengkapan administrasi. Pasangan ini sebelumnya diusung tujuh partai politik, dan KPU menghilangkan kursi dukungan dari dua parpol itu.

Kompas TV Simak perbincangannya dengan Direktur Eksekutif Indo Baromoter, M Qodari.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X