Daftar Pilkada Jatim, Gus Ipul-Puti Naik Becak

Kompas.com - 10/01/2018, 22:56 WIB
Gus Ipul-Puti naik becak menuju kantor KPU Jatim, Rabu (10/1/2018). KOMPAS.com/Achmad FaizalGus Ipul-Puti naik becak menuju kantor KPU Jatim, Rabu (10/1/2018).
|
EditorReni Susanti

SURABAYA, KOMPAS.com - Pasangan cagub dan cawagub Jawa Timur Saifullah Yusuf ( Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarnoputri mendaftar di akhir waktu pendaftaran di KPU Jatim, Rabu (10/1/2018). Keduanya diarak naik becak dari kantor DPD PDI-P Jatim di Surabaya.

Pasangan ini menaiki 2 unit becak. Satu becak dinaiki Gus Ipul dan Fatma Saifullah Yusuf isterinya. Satu becak lagi dinaiki Puti bersama Joy Kameron suaminya. Di belakang, terlihat arak-arakan becak, rombongan Barongsai, dan kelompok musik patrol.

Terlihat ikut dalam rombongan, para ketua partai pengusung yakni dari PDI-P, PKB, Partai Gerindra, dan PKS, serta Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang mengawal Puti sejak mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Rabu sore.

Sebelum mendaftar ke KPU Jatim, Gus Ipul-Puti sempat mampir ke kantor DPW PKB Jatim. Di sana, pasangan ini meminta restu para kiai dan bu nyai sebelum mendaftar ke KPU Jatim.

(Baca juga : Puti Guntur Soekarno: Ini Sudah Suratan Takdir... )

Di Pilkada Jatim, pasangan Gus Ipul-Puti didukung PKB (20 kursi), PDI-P (19 kursi) PKS (6 kursi), dan Gerindra (13 kursi) dengan total kekuatan kursi parlemen 58 kursi.

Pasangan ini akan melawan pasangan Khofifah Indar Parawansah-Emil Elistyanto Dardak yang diusung Partai Demokrat (13 kursi), Golkar (11 kursi), Nasdem (4 kursi), PPP (5 kursi), Hanura (2 kursi), dan PAN (7 kursi) dengan total kekuatan kursi parlemen sebanyak 42 kursi. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Regional
Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Regional
Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X