Dosen Pembimbing Skripsi Cerita Blak-blakan soal Jokowi saat Mahasiswa

Kompas.com - 20/12/2017, 06:33 WIB
Kasmudjo, dosen pembimbing skripsi Presiden Joko Widodo semasa kuliah di Fakultas Kehutanan UGM. KOMPAS.com/Wijaya KusumaKasmudjo, dosen pembimbing skripsi Presiden Joko Widodo semasa kuliah di Fakultas Kehutanan UGM.
|
EditorReni Susanti

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Usia Kasmudjo memang sudah tidak muda lagi. Namun pria berusia 68 tahun ini masih ingat ketika menjadi dosen akademik sekaligus pembimbing skripsi Joko Widodo.

Di matanya, Joko Widodo merupakan mahasiswa yang sederhana dan disiplin.

"Saya kan dosen pembimbing akademik, jadi tahu lika-liku Beliau (Joko Widodo) dalam belajar dan skripsi," ujar Kasmudjo saat ditemui seusai acara reuni di Fakultas Kehutanan UGM, Selasa (19/12/2017).

Kasmudjo menceritakan, Joko Widodo merupakan mahasiswa yang termasuk di atas rata-rata. Selain itu, Joko Widodo juga aktif di kegiatan Mapala Fakultas Kehutanan, Silvagama.

"Termasuk mahasiswa yang di atasnya rata-rata, dan Beliau itu juga aktif di Silvagama. Jadi Kelebihannya di situ, bukan semata-mata akademik saja," tegasnya.

(Baca juga : Bertemu Dosen Pembimbing Skripsi, Ini yang Dilakukan Jokowi)

Joko Widodo juga mahasiswa yang sederhana dan disiplin. Setiap kali janjian untuk bimbingan, selalu datang dan tidak pernah mengingkari.

"Ya dari dulu yang saya lihat, Beliau itu sederhana, lalu juga disiplin. Setiap janji bimbingan selalu datang," urainya.

Skripsi Joko Widodo saat itu membahas tentang mebel. Penelitian skripsinya dilakukan di Solo, Jawa Tengah.

"Skripsinya itu tentang mebel juga. Jadi ada senior saya, ada kegiatan mebel evaluasi, lalu mahasiswa-masiswa yang suka di bidang itu diajak. Waktu itu beliau skripsinya juga di Solo, bagaimana evaluasi kondisi mebel-mebel di sana," tuturnya.

(Baca juga : Jokowi Mengaku Pernah Gagal Tes Masuk Perhutani, tetapi Diterima Jadi Presiden )

Joko Widodo menyelesaikan skripsinya dalam waktu sekitar 6 bulan. Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang diperoleh Joko Widodo terbilang bagus. Bahkan meski sibuk dengan berbagai kegiatan, Jokowi bisa lulus tepat waktu. 

"Beliau lulus tepat waktu dan IP-nya memuaskan. Setelah lulus juga masih sering main dengan saya," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi bertemu dengan dosen pembimbing skripsinya saat menghadiri acara reuni di Fakultas Kehutanan UGM. Di kesempatan itu, Jokowi secara langsung mengucapkan terima kasih kepada dosennya yang telah membimbingnya hingga berhasil merengkuh gelar sarjana. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Regional
Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Regional
Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Regional
Pasutri di Sukabumi Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Anaknya

Pasutri di Sukabumi Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Anaknya

Regional
Pidato Risma di HUT Surabaya, Apresiasi Warganya yang Amalkan Pancasila Perangi Covid-19

Pidato Risma di HUT Surabaya, Apresiasi Warganya yang Amalkan Pancasila Perangi Covid-19

Regional
Pesan dan Permintaan Risma Saat HUT Surabaya ke-727, Tahun Terakhirnya Jadi Wali Kota

Pesan dan Permintaan Risma Saat HUT Surabaya ke-727, Tahun Terakhirnya Jadi Wali Kota

Regional
Karantina Pelaku Perjalanan, Kunci Sukses Pemda TTU Tekan Kasus Covid-19 Jadi Nol

Karantina Pelaku Perjalanan, Kunci Sukses Pemda TTU Tekan Kasus Covid-19 Jadi Nol

Regional
Lima Pasien Terakhir Sembuh, Wonogiri Nihil Covid-19

Lima Pasien Terakhir Sembuh, Wonogiri Nihil Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Mei 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X