Pengemudi Taksi Konvensional Solo dapat Jaminan Kesehatan dari Pemkot

Kompas.com - 01/12/2017, 08:11 WIB
Walikota Solo, FX. Hadi Rudyatmo. KOMPAS.COM/ M WismabrataWalikota Solo, FX. Hadi Rudyatmo.
|
EditorDiamanty Meiliana

SOLO, KOMPAS.com - Para pengemudi taksi konvensional di Solo, Jawa Tengah. mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Jaminan kesehatan yang mereka terima berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibiayai melalui APBD Kota Solo.

Menurut Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, pemberian kartu jaminan kesehatan ini diutamakan bagi pengemudi taksi konvensional yang berdomisili di Solo yang dibuktikan dengan kartu identitas berupa kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Rudy menambahkan, kartu jaminan kesehatan ini tidak hanya diperoleh para pengemudi taksi konvensional saja, namun anggota keluarga mereka juga akan ditanggung di dalamnya.

"Biarpun mereka sudah melakukan kerja sama dengan aplikasi online, namun pendapatan berkurang. Kekurangan itu solusinya kita beri jaminan kesehatan kepada mereka yang belum ikut jaminan kesehatan secara mandiri. Dan minimal lima tahun di Solo," kata Rudy di Solo, Kamis (30/11/2017).

Pemberian fasilitas jaminan kesehatan tersebut merupakan kewajiban Pemkot Solo untuk melaksanakan Inpres Tahun 2017 guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Karena mereka kan kategori orang yang tidak mampu memelihara kesehatannya. Ini kan sebetulnya rentan miskin," terang dia.

Pemkot Solo mencatat saat ini jumlah pengemudi taksi konvensional dan anggota keluarganya yang telah tercatat dalam jaminan kesehatan mencapai 206.000 jiwa.

"Kemiskinan kita kan ada 19.000 jiwa. Yang rentan miskin ini kira-kira ada 206.000 jiwa," bebernya.

"Jadi, jaminan kesehatan daerah PBI-nya bisa dari APBN/ APBD Provinsi/ APBD Kota," jelas Rudy menambahkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X